Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Songket Banyuasin Curi Perhatian di Kriyanusa 2026

Songket Banyuasin Curi Perhatian di Kriyanusa 2026

Ketua Dekranasda Banyuasin, Nabila Askolani memperlihatkan songket Banyuasin kepada Ketua Dekranas Selvi Ananda Putri saat mengunjungi stand Banyuasin, Sabtu (26/09). Foto : istimewa -Foto:Dokumen Palpos-

BANYUASIN, PALPOS.CO - Kain songket khas Kabupaten BANYUASIN, Sumatera Selatan, mendapat perhatian dalam ajang Pameran Kriyanusa 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (26/09).

Keindahan motif, perpaduan warna, serta nilai budaya yang melekat pada kain songket Banyuasin menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung pameran.

Produk wastra khas daerah berjuluk Bumi Sedulang Setudung itu ditampilkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi kerajinan dan ekonomi kreatif Banyuasin ke tingkat nasional.

Perhatian terhadap songket Banyuasin juga terlihat saat Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Ananda Putri mengunjungi stan Kabupaten Banyuasin.

BACA JUGA:Sekda Banyuasin Ingatkan ASN Jaga Sikap dan Perilaku

BACA JUGA:Polres Banyuasin Ungkap Kasus Pembunuhan di Pulau Rimau, Pelaku Anak Kandung Korban

Dalam kunjungannya, ia melihat langsung berbagai produk kerajinan dan kain tradisional yang dipamerkan.

Kunjungan tersebut dipandu Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Banyuasin Nabila Askolani Putri.

Berbagai produk unggulan daerah diperkenalkan, termasuk kain songket yang menjadi salah satu bagian dari kekayaan budaya dan kerajinan masyarakat Banyuasin.

Tidak hanya memamerkan produk jadi, stan Banyuasin juga menghadirkan perajin songket secara langsung.

BACA JUGA:Sempat Dikabarkan Hilang, Pelajar SMPN 2 Talang Kelapa Ditemukan di Palembang

BACA JUGA:Nelayan Sungsang yang Terjatuh saat Mencari Kepiting Ditemukan Meninggal

Para pengunjung dapat menyaksikan proses pembuatan kain songket khas Banyuasin secara langsung sehingga dapat melihat tahapan pengerjaan kain tradisional tersebut.

Kehadiran perajin di lokasi pameran sekaligus memberikan gambaran bahwa pembuatan songket membutuhkan keterampilan, ketelitian dan proses yang tidak sederhana.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait