Pangdam Minta Deteksi Dini dan Respons Cepat hingga Tingkat Desa
Bupati Muba Sambut Kunjungan Pangdam II Sriwijaya. -Foto:Dokumen Palpos-
SEKAYU, PALPOS.CO – Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH bersama Wakil Bupati Muba Kyai Abdur Rohman Husen dan jajaran Forkopimda menyambut kunjungan kerja Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis MDA di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (1/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengarahan penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada camat, lurah, kepala desa, Danramil serta perwakilan perusahaan di Kabupaten Muba.
Turut hadir Ketua DPRD Muba Afitni Junaidi Gumay SE, Dandim 0401 Muba Letkol Inf Dimas Kurniawan, Kapolres Muba AKBP Adik Listiyono SIK MH, Wakil Ketua Pengadilan Agama Sekayu Muhammad Arif SAg MSI, Dansub Denpom Persiapan Sekayu Kapten CPM Nur Yusuf Supriadi, Jaksa Kejari Muba Chandra Irawan SH, Asisten I Setda Muba H Ardiansyah SE MM PhD CMA, jajaran Kodam II/Sriwijaya, kepala perangkat daerah Muba, para Danramil, camat, kepala desa, lurah dan perwakilan perusahaan.
Dalam sambutannya, Bupati Toha menyampaikan selamat datang kepada Pangdam II/Sriwijaya beserta jajaran di Kabupaten Muba. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pangdam terhadap kondisi karhutla di Muba yang masih membutuhkan penanganan bersama.
BACA JUGA:Razia, Polsek Sungai Lilin Sasar Tempat Hiburan dan Kafe, Cegah Gangguan Kamtibmas
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Pangdam II/Sriwijaya kepada Kabupaten Musi Banyuasin, khususnya terkait penanganan karhutla.
Kami berharap bencana ini segera berakhir. Mari kita sama-sama berdoa kepada Allah SWT agar musim hujan segera tiba dan kondisi karhutla dapat segera kita atasi,” kata Toha.
Berdasarkan paparan Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto SSTP MSi, hingga 1 Oktober 2026 tercatat 320 lokasi kejadian karhutla yang tersebar di seluruh kecamatan. Sebanyak 151 lokasi telah berhasil dipadamkan dengan total luas lahan mencapai 724,16 hektare.
Kondisi tersebut masih dipengaruhi rendahnya curah hujan sepanjang September, sementara tantangan penanganan di lapangan juga berkaitan dengan kondisi geografis dan lahan, keterbatasan sumber daya manusia dan peralatan, faktor sosial serta cuaca.
BACA JUGA:Polsek Batanghari Leko Gencarkan Patroli Jalan Kaki, Cegah 3C dan Gangguan Kamtibmas
BACA JUGA:Menara Api 32 Meter Pantau Karhutla 24 Jam di Musi Banyuasin
Lanjutnya, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi harus dimulai dari pencegahan.
Salah satunya dengan mengubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




