Iklan Astra Motor

Jalintim Palembang-Betung Lumpuh Total, Ternyata Ini Pemicunya

Jalintim Palembang-Betung Lumpuh Total, Ternyata Ini Pemicunya

Jalintim Palembang-Betung Lumpuh Total, Ternyata Ini Pemicunya-Foto:Dokumen Palpos-

BANYUASIN, PALPOS.CO - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk Fuso dan truk boks terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) KM 18, tepatnya di sekitar Gereja Galilea, Kelurahan Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Senin (26/10/2026).

Insiden tersebut menyebabkan arus lalu lintas di jalur utama itu tersendat hingga terkunci.

Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan menutupi badan jalan sehingga menghambat kendaraan lain yang hendak melintas.

Personel Satlantas Polres Banyuasin yang dipimpin Kanit Turjagwali, Ipda Taswin Noviar, bersama personel PATAKA langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP).

BACA JUGA:Resmikan Masjid DQM di Banyuasin, Herman Deru Dorong Jadi Pusat Ilmu dan Pembentukan Karakter Generasi Muda

BACA JUGA:Respons Cepat Polres Banyuasin Tangani Kebakaran Truk Ekspedisi di Jalintim KM 37

Pengemudi dan penumpang kendaraan yang terlibat kecelakaan telah dievakuasi ke balai pengobatan terdekat.

Sementara itu, kedua truk masih berada di badan jalan sehingga proses evakuasi kendaraan menjadi prioritas petugas untuk memulihkan arus lalu lintas.

Petugas juga berkoordinasi dengan kendaraan sejenis guna membantu proses evakuasi kedua truk tersebut.

Kecelakaan di jalur padat kendaraan ini menjadi perhatian karena Jalintim KM 18 merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat dan kendaraan angkutan yang melintasi wilayah Kecamatan Talang Kelapa.

BACA JUGA:DPRD Banyuasin bersama Pemkab Sahkan RAPBD Perubahan 2026

BACA JUGA:DPRD Banyuasin Gaungkan Semangat Pancasila

Satlantas Polres Banyuasin mengimbau para pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi agar tetap bersabar apabila terjadi antrean kendaraan. Pengendara diminta tetap berada di jalur masing-masing dan tidak saling menyerobot.

Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah munculnya titik kemacetan baru yang dapat memperparah kepadatan lalu lintas selama proses penanganan kecelakaan berlangsung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: