Iklan Astra Motor

Banpres Karhutla Untuk Pembangunan Kanal dan Embung

Banpres Karhutla Untuk Pembangunan Kanal dan Embung

FOTO : Hj Sumarni-Foto:Dokumen Palpos-

MUARA ENIM, PALPOS.CO – Kabupaten MUARA ENIM mendapatkan bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp10 miliar untuk mendukung penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bantuan tahap kedua tersebut akan dimanfaatkan tidak hanya untuk mengatasi kebakaran, tetapi juga memperkuat upaya mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada tahun-tahun mendatang seperti pembuatan kanal dam embung diwilayah rawan karhutla di Kecamatan Gelumbang dan Sungai Rotan.

"Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan Gubernur Sumatera Selatan terkait dukungan anggaran tersebut, termasuk petunjuk teknis penggunaannya," ujar Plt Bupati Muara Enim Hj Sumarni, Selasa 27 Oktober 2026.

Sumarni menjelaskan, penanganan karhutla di wilayah lahan mineral selama ini relatif lebih mudah dilakukan.

BACA JUGA:Sumarni Gandeng Perusahaan Sukseskan Forprov II KORMI Sumsel

BACA JUGA:Safari Jumat di Masjid Darussalam Muara Enim, Wagub Cik Ujang Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga

"Tim satuan tugas (satgas) yang terdiri dari Damkar, BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, serta masyarakat dapat berkolaborasi memadamkan api dengan cepat," jelasnya.

Lanjut Sumarni, upaya tersebut turut didukung kesiapan sarana dan prasarana, seperti mobil pemadam kebakaran, mobil suplai air, tandon air, serta motor trail untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses kendaraan besar.

"Namun, tantangan berbeda dihadapi pada kawasan lahan gambut," tuturnya.

Menurut Sumarni, terdapat tiga kecamatan yang selama ini menjadi wilayah penyumbang kejadian karhutla, yakni Sungai Rotan, Gelumbang, dan Muara Belida.

BACA JUGA:Operasi Patuh Musi 2026 Sasar 6 Pelanggaran Prioritas

BACA JUGA:Ajak Masyarakat Waspadai DBD, Kenali Gejala dan Terapkan 3M Plus

Adapun kejadian karhutla di Kecamatan Muara Belida pada tahun ini mengalami penurunan. Salah satu faktor yang mendukung kondisi tersebut adalah alih fungsi lahan gambut menjadi area pertanian padi.

"Alhamdulillah, Muara Belida tahun ini berkurang karena lahan gambut dialihfungsikan menjadi lahan yang ditanami padi. Ini juga merupakan salah satu upaya yang bisa kita lakukan di kawasan lahan gambut," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: