Debit Air Sungai Ogan Naik, Warga di DAS Diimbau Waspada
Debit air di Sungai Ogan mulai naik seiring dengan hujan yang tiga hari ini mengguyur Kabupaten OKU.-Foto:Eko palpos-
BATURAJA, PALPOS.CO - Curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada Kamis (29/10) malam menyebabkan kenaikan permukaan air di sejumlah titik aliran Sungai Ogan dan Sungai Lengkayap.
Berdasarkan hasil pemantauan melalui alat pengukur ketinggian air (water gauge), Jumat (30/10) pukul 03.00 WIB, kenaikan cukup signifikan terpantau di wilayah hulu sungai.
Dari empat titik pemantauan, kenaikan tertinggi tercatat di Desa Gunung Liwat, Kecamatan Pengandonan, dengan angka 80,54 sentimeter. Sementara di Desa Ulak Lebar, Kecamatan Ulu Ogan, permukaan air mengalami kenaikan 61,81 sentimeter.
Adapun di dua titik lainnya, yakni Desa Sukaraja, Kecamatan Lengkiti, tercatat penurunan 10,32 sentimeter.
BACA JUGA:SMBR Mengajar Kenalkan Industri Semen Dan Beragam Profesi kepada Generasi Muda Di Sekolah
BACA JUGA:Polres OKU Gelar Lomba Gaplek dan Karaoke Bersama Masyarakat
Sedangkan di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur (Ogan IV), mengalami penurunan 3,71 sentimeter.
Meski terjadi peningkatan debit air di wilayah hulu, kondisi permukaan sungai berdasarkan pemantauan tersebut masih berada dalam kategori normal dan aman.
Namun demikian, masyarakat diminta tidak lengah. Kenaikan air di wilayah hulu berpotensi memengaruhi ketinggian permukaan air di bagian hilir, terutama apabila hujan kembali mengguyur kawasan tersebut.
Warga yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ogan, khususnya di kawasan dataran rendah, diimbau meningkatkan kewaspadaan. Begitu pula masyarakat yang masih melakukan aktivitas di sekitar maupun di aliran sungai.
BACA JUGA:Dukung Program Prabowo, Pemkab OKU Siap Kawal Ketat Operasional Dapur Gizi
BACA JUGA:Distan OKU Beberkan Syarat Petani Agar Dapat Pupuk Bersubsidi
Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan kondisi sungai dan mengantisipasi kemungkinan kenaikan permukaan air dalam beberapa waktu ke depan.
Kewaspadaan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dampak banjir. Warga diimbau tetap siaga, tidak panik, serta mengutamakan keselamatan apabila kondisi air terus mengalami peningkatan. (len)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

