30 Mahasiswa UNSRI Siap Bersaing di PIMNAS ke-39, Targetkan Prestasi Nasional
30 Mahasiswa UNSRI Siap Bersaing di PIMNAS ke-39, Targetkan Prestasi Nasional-Foto:Dokumen Palpos-
PENDIDIKAN,PALPOS.CO – Universitas Sriwijaya (UNSRI) mengirimkan 30 mahasiswa terbaiknya untuk bersaing dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, pada 1–7 November 2026.
Kontingen UNSRI yang tergabung dalam enam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tersebut diharapkan mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi membanggakan bagi kampus.
Pelepasan kontingen dilakukan Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu UNSRI, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr., di Ruang Rapat Gedung Rektorat UNSRI Kampus Indralaya, Rabu (28/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Prof. Rujito menyampaikan pesan Rektor UNSRI agar seluruh peserta tidak merasa minder menghadapi persaingan dengan perguruan tinggi lain. Menurutnya, UNSRI memiliki kemampuan dan rekam jejak prestasi yang patut dibanggakan.
BACA JUGA:Diikuti 1.100 Atlet dari 10 Fakultas, Rektor Cup 2026 UNSRI Resmi Dibuka
BACA JUGA:Unsri Dorong Kemandirian Pangan dan Energi Lewat Optimalisasi Lahan Suboptimal
Ia mencontohkan keberhasilan UNSRI tahun ini yang meraih juara kedua dalam bidang mahasiswa berprestasi, dengan mengungguli lebih dari 100 perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.
“Kita bisa,” tegasnya untuk membangkitkan semangat para mahasiswa yang akan berlaga di ajang nasional tersebut.
Prof. Rujito juga mengingatkan peserta agar mempersiapkan diri menghadapi berbagai pertanyaan dari dewan juri, termasuk pertanyaan yang tidak terduga.
Seluruh materi terkait karya ilmiah harus benar-benar dikuasai sehingga mahasiswa mampu memberikan jawaban secara tepat dan meyakinkan.
BACA JUGA:Wisuda ke-186 UNSRI, 1.071 Lulusan Dikukuhkan, 331 Raih Predikat Pujian
Selain persiapan materi, ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan diri tanpa berlebihan.
Menurutnya, peserta harus mampu menjawab pertanyaan berdasarkan pemahaman dan fakta, bukan sekadar memberikan jawaban untuk terlihat meyakinkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


