HUT ke-69, Bank Sumsel Babel Perkuat Pelayanan Nasabah
HUT ke-69, Bank Sumsel Babel Perkuat Pelayanan Nasabah-Foto:Dokumen Palpos-
PALEMBANG, PALPOS.CO – Memasuki usia ke-69 tahun, PT Bank Sumsel Babel (BSB) memperkuat komitmen pelayanan kepada nasabah melalui penerapan Servant Leadership atau kepemimpinan yang melayani.
Direktur Operasional dan Syariah Bank Sumsel Babel, Festero Mohamad Papeko, mengatakan momentum HUT ke-69 menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi terhadap pelayanan yang telah diberikan perusahaan selama hampir tujuh dekade.
Menurut dia, perjalanan panjang Bank Sumsel Babel tidak hanya diukur dari perkembangan perusahaan, tetapi juga kontribusi dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat di Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.
“Dalam usia 69 tahun ini, kita perlu melakukan introspeksi terhadap apa yang sudah diberikan Bank Sumsel Babel kepada masyarakat, khususnya di wilayah Sumsel dan Bangka Belitung,” ujarnya dalam kegiatan Servant Leadership memperingati HUT ke-69 Bank Sumsel Babel.
BACA JUGA:HUT ke-69 Bank Sumsel Babel, Perkuat Transformasi Bisnis dan Digital Menuju BPD Terbaik di Indonesia
BACA JUGA:Berjibaku Bantu Atasi Kabut Asap, PEP Adera 24 Kali Terjun Padamkan Karhutla
Ia mengatakan, pelayanan kepada nasabah harus terus menjadi perhatian utama. Apalagi, kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap layanan perbankan semakin berkembang.
Hal tersebut tercermin dari kehadiran nasabah Bank Sumsel Babel Zeeshan El Arryn Shaquille (Jeesan), yang juga penyandang disabilitas.
Ia hadir bersama sang Ibu. Selain itu, nasabah prima Ibu Hj Tatik turut hadir dalam momentum peringatan HUT tersebut.
Festero menjelaskan, Servant Leadership merupakan pendekatan kepemimpinan yang menempatkan pelayanan, kepedulian, integritas, dan pemberdayaan sebagai landasan utama.
BACA JUGA:NasDem Sumsel Gelar ‘NasDem Berdoa’, Enam Agama Bersatu Doakan Indonesia
BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Siapkan Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko Tahun 2026
Dalam penerapannya, kepemimpinan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target bisnis, tetapi juga memperhatikan kualitas sumber daya manusia, membangun kolaborasi, serta menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan saling mendukung.
Ia menilai tantangan industri perbankan semakin kompleks, mulai dari persaingan yang ketat, transformasi digital, hingga meningkatnya ekspektasi nasabah terhadap kualitas pelayanan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


