Iklan Astra Motor

Waspada! Drama “Hacker” Modus Menyamar Jadi Keluarga, Uang Rp6 Juta Pemuda Ini Melayang

Waspada! Drama “Hacker” Modus Menyamar Jadi Keluarga, Uang Rp6 Juta Pemuda Ini Melayang

Korban Hacker, Zainudin Menunjukan bukti Transfer dan percakapan via Whatsapp dengan akun milik saudaranya usai melapor di SPKT Mabes Polrestabes Palembang, Senin 19 Januari 2026.-Foto: M Mahendra Putra/Palembang pos)\-

PALEMBANG, PALPOS.CO — Sebuah peringatan keras bagi seluruh pengguna media sosial agar tidak mudah luluh dengan pesan darurat yang mengatasnamakan keluarga, setelah M. Zainuddin (26), warga Jalan Laut LK I Sekayu, Musi Banyuasin, menjadi korban kecanggihan modus kejahatan siber.

Niat tulus ingin membantu sang bibi yang mengaku kesulitan biaya kuliah keponakan justru berakhir tragis di Mapolrestabes Palembang pada Senin (19/1/2026).

Zainuddin terpaksa gigit jari setelah saldo Rp6 juta miliknya ludes berpindah tangan ke rekening seorang pria tak dikenal akibat terjebak skenario akun WhatsApp (WA) keluarga yang telah dikuasai penuh oleh hacker.

​Insiden ini bermula saat korban yang tengah berada di Jalan Kebun Bunga, Sukarami, dihubungi oleh nomor WA sang bibik melalui sambungan telepon aplikasi.

BACA JUGA:Diserbu Warga! Gubernur Herman Deru Resmi Buka Bazar UMKM HUT OKU Timur ke-22.

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Apresiasi Komitmen Investor Bangun Jalan Khusus Batubara di Sumsel.

Pelaku yang bersembunyi di balik identitas sang bibik melancarkan aksi "social engineering" dengan nada memelas, meminjam uang Rp6 juta untuk kebutuhan biaya kuliah anak.

Tanpa melakukan verifikasi suara atau video call terlebih dahulu, korban yang merasa iba langsung menyanggupi dan mentransfer uang tersebut ke nomor rekening Bank Jago atas nama Sahril Saputra yang dikirimkan pelaku.

Kesalahan fatal ini baru disadari Zainuddin saat sang bibik yang asli mengunggah status peringatan di WhatsApp bahwa akunnya telah dibajak dan sedang digunakan untuk menipu.

​Kasus ini menjadi bukti betapa dinamisnya pergerakan pelaku penipuan siber yang kini tidak lagi mengincar orang asing, melainkan memanfaatkan hubungan emosional antar-keluarga untuk membobol logika korban.

BACA JUGA:Hadiri Paripurna HUT ke-22 OKU Timur, Herman Deru : Kunci Majunya Daerah Adalah Kekompakan dan Tingginya Etos

BACA JUGA:'Gurita Mafia Leasing', Skandal Terorganisir 355 Motor Fiktif, Surveyor Perusahaan Finance Dituntut 4 Tahun

Pihak kepolisian melalui Pamapta Ipda Hendra Yuswoyo menegaskan bahwa laporan penipuan ini sudah diterima dan sedang dalam penyelidikan intensif tim Satreskrim Polrestabes Palembang.

Masyarakat pun diimbau untuk selalu menerapkan protokol keamanan digital jangan pernah mengirimkan uang ke rekening dengan nama yang berbeda dari pemohon, dan selalu lakukan konfirmasi manual lewat panggilan telepon seluler biasa guna memastikan siapa yang sebenarnya berada di balik layar ponsel tersebut sebelum transaksi dilakukan.(vot)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: