Tren Ayam Penyet Lokal Makin Menggeliat, Penjualan UMKM Naik Hingga 30 Persen

Sabtu 29-11-2025,07:06 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Rhyca

Ayam Penyet Sambal Matah

BACA JUGA:Dendeng Balado Semakin Mendunia, UMKM Sumatera Barat Berharap Produksi Terus Melonjak

BACA JUGA:Seblak Kian Mendunia : Kuliner Khas Bandung yang Terus Bertransformasi dan Jadi Primadona Anak Muda

Ayam Penyet Keju

Ayam Penyet Crispy

Ayam Penyet Sambal Ijo

Ayam Penyet Geprek Level Pedas

Inovasi tersebut terbukti menarik perhatian generasi muda, terutama konsumen berusia 18–30 tahun yang aktif mencari makanan trending.

“Anak muda sekarang suka yang unik. Jadi kami buat menu Ayam Penyet Keju Lumer dan penjualannya justru paling tinggi dua bulan terakhir,” kata Yudha, pemilik kedai Penyet Bros di Bandung.

Meski banyak inovasi muncul, satu hal yang tidak berubah dari ayam penyet adalah sambalnya.

Sambal ulek dengan cabai segar, bawang, serta sedikit tomat atau terasi menjadi senjata utama dalam memberikan karakter pada menu ini. Banyak kedai bahkan menjadikan sambal sebagai identitas usaha mereka.

Di Surabaya, kota yang dikenal sebagai pusat lahirnya ayam penyet modern, sejumlah kedai tetap mempertahankan cara pengolahan sambal secara tradisional menggunakan cobek batu.

Hal ini dianggap dapat menjaga aroma dan cita rasa khas yang tidak tergantikan oleh blender atau alat modern lainnya.

“Kalau sambalnya diulek manual, rasanya beda. Aromanya lebih keluar dan pedasnya lebih nikmat,” ujar Bu Siti, pemilik Ayam Penyet Suroboyo yang sudah berjualan sejak 2008.

Lonjakan minat terhadap ayam penyet tidak hanya berdampak pada omzet penjual, tetapi juga memberikan efek positif terhadap rantai pasokan bahan baku seperti peternak ayam, pedagang sayur, hingga pemasok rempah.

Kementerian Koperasi dan UKM menyebut kuliner berbasis daging ayam, termasuk ayam penyet, menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan stabil di tengah ketidakpastian ekonomi.

Kategori :