Prinsip ini menurutnya penting untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat berdasarkan kondisi riil di lapangan.
BACA JUGA:Pusri Terima Penghargaan pada Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2025
BACA JUGA:Tak Mau Lagi Di-prank, Pemprov Sumsel Tuntut Percepatan Perbaikan Jembatan Muara Lawai
GSMP: Inovasi Strategis dari Masa Krisis
Di hadapan pemirsa pada sesi live, Herman Deru menjelaskan bahwa Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) merupakan salah satu inovasi strategis yang lahir dari situasi sulit selama pandemi Covid-19 dan tingginya inflasi beberapa waktu lalu.
Ketika itu, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah membuat Sumsel rentan terhadap fluktuasi harga dan panic buying.
“Gerakannya sederhana, dimulai dari perubahan mindset. Kita ajak masyarakat menanam sendiri. Inflasi waktu itu terjadi karena panic buying. Dengan GSMP, suplai dan demand dapat stabil,” jelasnya.
Program GSMP tidak hanya ditopang oleh masyarakat, tetapi juga mendapat dukungan luas dari perusahaan melalui program CSR, mulai dari penyediaan bibit, benih, hingga polybag.
Kolaborasi tersebut memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ketersediaan protein lokal secara signifikan, sehingga inflasi Sumsel terus berada pada level yang terkendali secara nasional.
Produksi Padi Melonjak Drastis
Herman Deru turut mengungkapkan pencapaian besar sektor pertanian di Sumsel. Pada 2024, produksi padi berada di angka 2,7 juta ton.
Namun, sepanjang 2025, produksi melonjak drastis menjadi 3,6 juta ton, dan berpotensi mencapai 3,7 juta ton GKG hingga akhir tahun.
Peningkatan produktivitas tersebut berdampak langsung terhadap naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) setiap tahun.
Dengan sekitar 50 persen penduduk Sumsel berprofesi sebagai petani, Herman Deru menilai sektor pangan harus mendapat perhatian dan perlindungan maksimal.
Metro TV: Kontribusi Besar untuk Ketahanan Pangan
Meniek Andini menjelaskan bahwa penghargaan untuk Herman Deru diberikan atas kontribusinya memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan petani, diversifikasi tanaman pangan lokal, perluasan akses pasar, stabilisasi harga, serta jaminan pemenuhan pangan berkualitas bagi masyarakat.