Sumsel Jadi Tuan Rumah Kongres IKKI, Herman Deru Dorong Health Tourism 2026.

Sabtu 29-11-2025,19:01 WIB
Reporter : Enchep H
Editor : Dahlia

PALPOS.ID - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru membuka secara resmi Kongres Nasional Perkumpulan Ikatan Keseminatan Kardiovaskular Indonesia (IKKI) yang dirangkaikan dengan National Brain and Heart Symposium serta Palembang Heart Failure Talks III, Sabtu (29/11/2025).

Acara yang digelar di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang ini menghadirkan ratusan dokter, akademisi, dan praktisi kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan rasa bangga karena Sumsel kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan ilmiah berskala nasional.

Menurutnya, setiap penyelenggaraan event besar di Palembang selalu membawa dampak ekonomi positif, khususnya bagi sektor perhotelan, kuliner, dan jasa.

BACA JUGA:Dari GSMP hingga Lonjakan Produksi Padi, Ini Alasan Herman Deru Dinobatkan People of The Year 2025.

BACA JUGA:Sumsel Sabet Dua Penghargaan Bergengsi TPID dan TP2DD di PTBI 2025, Jadi Provinsi Terbaik se-Sumatera!

Ia menegaskan bahwa manfaat ekonomi tersebut menjadi bukti bahwa Sumsel mampu memberikan kenyamanan maksimal bagi para tamu yang datang.

Gubernur menambahkan bahwa keramahan dan kesiapan pelayanan di Palembang telah menjadi daya tarik bagi berbagai organisasi profesi nasional.

Faktor kenyamanan peserta, menurutnya, menjadi pertimbangan penting yang membuat banyak event ilmiah kembali memilih Palembang sebagai lokasi penyelenggaraan.

Sebelum memberikan sambutan, Herman Deru menayangkan video mengenai Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), salah satu program strategis Pemprov Sumsel yang mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

BACA JUGA:Sekda Sumsel Edward Candra Lepas Karnaval Seni Budaya Pelajar, Kreativitas Generasi Muda Jadi Sorotan

BACA JUGA:Sekda Edward Candra Dorong Perlindungan Kesehatan ASN Lewat Program Sejuta Vaksin Serviks

Ia menekankan bahwa ketahanan pangan memiliki hubungan erat dengan pembangunan sektor kesehatan. Menurutnya, teknologi medis yang maju tidak akan optimal tanpa dukungan ketahanan pangan yang kuat di tingkat masyarakat.

Lebih jauh, Gubernur menjelaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor kesehatan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.

Pemerintah bertugas menyediakan infrastruktur, sarana, serta ketersediaan pangan yang memadai, sementara tenaga kesehatan menjadi ujung tombak peningkatan kualitas layanan medis di lapangan.

Kategori :