Pemekaran Wilayah Bengkulu dan Sumatera Selatan Kompak Wacanakan Pembentukan Provinsi Palapa Selatan
Pemekaran Wilayah Bengkulu dan Sumatera Selatan Kompak Wacanakan Pembentukan Provinsi Palapa Selatan.--Dokumen Palpos.id
Dampak Ekonomi
Pendapatan Asli Daerah (PAD): Kabupaten Kaur (perkebunan kelapa sawit, perikanan) dan Bengkulu Selatan (pertanian, sawit) memberi kontribusi signifikan.
Pemekaran diprediksi menurunkan PAD Bengkulu.
Investasi dan peluang ekonomi: Di sisi lain, Provinsi Palapa Selatan yang fokus bisa menciptakan pusat pertumbuhan baru, menarik investor dengan kebijakan fiskal dan fasilitas khusus.
Dampak Politik
Komposisi legislatif: Jumlah kursi DPRD Provinsi Bengkulu akan berubah, mempengaruhi alokasi perwakilan dan aliansi politik.
Preferensi pemilih: Wilayah yang lepas biasanya memiliki aspirasi politik tersendiri, yang bila tercapai dapat mengubah peta politik lokal.
Inspirasi pemekaran lanjutan: Keberhasilan wacana Palapa Selatan bisa mendorong calon pemekaran lainnya, misalnya Provinsi “Puncak Andalas” (gabungan Bengkulu-Sumbar-Jambi).
Peluang dari Provinsi Palapa Selatan
Peningkatan Pelayanan Publik
Pemerintah yang “lebih dekat” memungkinkan desa dan kecamatan menuntut layanan publik lebih cepat dan akurat, dari administrasi kependudukan hingga layanan kesehatan dan pendidikan.
Infrastruktur yang Lebih Merata
Provinsi baru bisa peroleh anggaran langsung dari pusat untuk pembangunan jalan, listrik, dan fasilitas dasar tanpa harus “bersaing” dengan wilayah barat dan utara yang selama ini jadi prioritas Bengkulu.
Penumbuhan Ekonomi Lokal
Kabupaten dengan potensi wisata (Bengkulu Selatan, Pagaralam, Empat Lawang) dan pertanian (Kaur, Seluma) bisa berkembang cepat lewat kebijakan provinsi yang lebih terfokus.
Identitas Budaya yang Kuat
Provinsi Palapa Selatan bisa menjadi platform representasi budaya lokal, terutama Suku Besemah, mempromosikan kekayaan tradisi melalui kebijakan budaya lokal dan pariwisata.
Tantangan dalam Realisasi Pemekaran
Moratorium DOB
Pemerintah pusat masih menanggung moratorium terbentuknya DOB karena kekhawatiran pemborosan dan ketidakmatangan daerah baru. Semua usulan masih dibekukan hingga kondisi optimal.
Kendala Infrastruktur
Wilayah terpencil membutuhkan investasi besar. Infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, air bersih, dan layanan dasar kesehatan & pendidikan belum merata.
Konflik Identitas Budaya
Pada awalnya ada kesamaan budaya (Besemah) namun masing-masing kabupaten memiliki perbedaan adat. Integrasi sosial dan politik harus ditangani hati-hati agar tidak menimbulkan konflik.
Beban Anggaran Awal
Biaya awal operasional provinsi baru sangat besar: dari gedung pemerintahan, SDM birokrasi, hingga jaringan digital dan logistik administratif.
Validitas Data dan Kajian
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: palpos.disway.id


