Tumis Genjer Pedas, Hidangan Tradisional yang Kembali Populer
Tumis genjer pedas: sederhana, sehat, dan bikin nagih-Fhoto: Istimewa-
Cabai yang digunakan dapat disesuaikan dengan selera, mulai dari pedas ringan hingga pedas ekstrim. Banyak orang menambahkan sedikit terasi atau saus tiram untuk menambah kedalaman rasa.
“Satu hal yang penting adalah jangan terlalu lama menumis genjer karena bisa membuat teksturnya menjadi terlalu lembek.
BACA JUGA:Cumi Goreng Tepung Kian Digemari, Jadi Favorit di Meja Makan Masyarakat
BACA JUGA:Gulai Kepala Ikan Tuna, Hidangan Nusantara yang Kaya Rasa dan Tradisi
Cukup tumis sebentar agar genjer tetap renyah,” jelas chef lokal dari Semarang, Budi Santoso.
Popularitas tumis genjer pedas tidak lepas dari peran media sosial. Banyak food blogger dan konten kreator kuliner yang membagikan resep dan tips memasak genjer.
Video-video singkat di platform seperti TikTok dan Instagram menunjukkan proses memasak tumis genjer pedas yang cepat, mudah, dan lezat, sehingga banyak generasi muda tertarik mencoba.
“Saya melihat tren ini sebagai kesempatan untuk mengenalkan makanan tradisional kepada anak muda. Rasanya pedas, sehat, dan cepat dibuat, jadi cocok untuk gaya hidup modern,” ungkap Devi Nurhayati, salah satu food influencer dari Jakarta.
Selain sebagai menu sehari-hari, tumis genjer pedas juga sering muncul dalam acara kuliner dan festival makanan lokal.
Di beberapa daerah, seperti Jawa Tengah dan Yogyakarta, genjer menjadi bahan utama dalam kompetisi masak tradisional.
Peserta ditantang untuk mengolah genjer dengan berbagai gaya, termasuk tumis pedas, pepes genjer, hingga salad genjer modern.
Hal ini menunjukkan bahwa sayuran sederhana ini mampu beradaptasi dengan berbagai selera dan inovasi kuliner.
Tidak hanya dari sisi rasa, tumis genjer pedas juga menawarkan manfaat kesehatan.
Kandungan serat yang tinggi membantu pencernaan, sementara vitamin dan antioksidannya mendukung sistem imun.
Beberapa penelitian lokal bahkan menunjukkan bahwa genjer memiliki potensi sebagai makanan fungsional yang bisa membantu menurunkan risiko penyakit degeneratif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






