Kue Ku, Warisan Kuliner yang Bangkit di Era Modern
Kue Ku Bangkit, UMKM Kuliner Tradisional Ikut Terdongkrak-Fhoto: Istimewa-
“Dulu yang beli kebanyakan orang tua untuk acara tertentu. Sekarang anak muda juga mulai suka, bahkan banyak yang pesan untuk hampers atau hadiah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa inovasi dalam tampilan dan rasa turut berperan dalam menarik minat konsumen baru.
BACA JUGA:Dendeng Sambal Ijo, Kuliner Tradisional yang Kian Digemari Generasi Muda
BACA JUGA:Ceker Sambal Ijo, Sensasi Pedas Gurih yang Kian Digemari
Inovasi memang menjadi kunci dalam menjaga eksistensi kue ku di tengah persaingan pasar yang ketat.
Kini, selain isian kacang hijau, banyak produsen yang menawarkan variasi rasa seperti cokelat, keju, durian, hingga matcha.
Tidak hanya itu, bentuk kue ku juga mulai dimodifikasi menjadi lebih modern, seperti karakter lucu atau desain minimalis yang cocok untuk acara kekinian.
Meski mengalami banyak inovasi, sebagian pelaku usaha tetap mempertahankan resep tradisional sebagai ciri khas.
Mereka percaya bahwa keaslian rasa adalah faktor utama yang membuat kue ku tetap dicintai. “Boleh saja tampilannya modern, tapi rasa tetap harus seperti dulu.
Itu yang dicari orang,” kata Budi Santoso, pengusaha kue tradisional di Palembang.
Selain menjadi camilan sehari-hari, kue ku juga memiliki makna simbolis dalam berbagai tradisi.
Di beberapa budaya, kue ini sering disajikan dalam acara penting seperti pernikahan, syukuran, atau perayaan keagamaan.
Warna merah pada kue ku sering dikaitkan dengan keberuntungan dan kebahagiaan, sehingga kehadirannya dianggap membawa makna positif.
Dari sisi ekonomi, meningkatnya popularitas kue ku juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Banyak UMKM yang menjadikan kue ku sebagai produk andalan mereka. Dengan modal yang relatif terjangkau dan bahan baku yang mudah didapat, bisnis kue ku dinilai cukup menjanjikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




