Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Seblak, Kuliner Pedas Bandung yang Semakin Digemari Generasi Muda

Seblak, Kuliner Pedas Bandung yang Semakin Digemari Generasi Muda

Seblak bukan sekadar makanan pedas, tapi sudah jadi bagian dari gaya hidup kuliner anak muda.-Foto:Istimewa-

Menurut sejumlah pedagang, permintaan seblak meningkat tajam terutama pada sore hingga malam hari.

Salah satu pedagang seblak di Bandung, Rina (32), mengatakan bahwa usahanya mengalami peningkatan pelanggan sejak tren makanan pedas berkembang di media sosial.

BACA JUGA:Combro Oncom Pedas, Cita Rasa Tradisional yang Tetap Digemari di Tengah Tren Kuliner Modern

BACA JUGA:Bakso Cuanki, Kuliner Legendaris Bandung yang Tetap Digemari Lintas Generasi

“Dulu pembeli paling anak sekolah dan mahasiswa di sekitar sini. Sekarang banyak pelanggan dari luar kota yang penasaran karena lihat video di internet,” ujarnya saat ditemui di kawasan pusat kuliner Bandung.

Harga seblak yang relatif terjangkau juga menjadi alasan utama makanan ini mudah diterima masyarakat.

Dengan harga mulai dari Rp10 ribu hingga Rp30 ribu, pembeli sudah bisa menikmati seblak dengan berbagai pilihan topping.

Faktor inilah yang membuat seblak menjadi salah satu kuliner favorit pelajar dan mahasiswa.

Selain itu, munculnya layanan pesan antar makanan berbasis aplikasi semakin mempermudah masyarakat untuk menikmati seblak tanpa harus datang langsung ke lokasi penjual.

Banyak pelaku usaha kuliner memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar mereka. Beberapa merek seblak bahkan telah membuka cabang di berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, hingga Yogyakarta.

Tidak hanya digemari di dalam negeri, seblak perlahan mulai dikenal oleh masyarakat luar negeri melalui diaspora Indonesia dan konten digital.

Sejumlah warga negara asing yang mencoba seblak mengaku tertarik dengan kombinasi rasa gurih, pedas, dan aroma khas kencur yang jarang ditemukan pada makanan lain.

Pakar kuliner menilai popularitas seblak menunjukkan bahwa makanan tradisional Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

Menurut pengamat kuliner lokal, inovasi menjadi kunci keberhasilan seblak bertahan di tengah persaingan industri makanan modern.

“Seblak berhasil beradaptasi dengan selera generasi muda tanpa kehilangan identitas tradisionalnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: