Cenil, Jajanan Tradisional yang Tetap Digemari di Tengah Modernisasi Kuliner
Teksturnya yang kenyal, warna-warni yang menarik, serta perpaduan kelapa parut dan gula merah menjadikan cenil tak lekang oleh waktu.-Foto:Istimewa-
PALPOS.CO - Di tengah maraknya makanan modern dan tren kuliner yang silih berganti, cenil tetap bertahan sebagai salah satu jajanan tradisional Indonesia yang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Makanan berbahan dasar tepung pati ini dikenal karena teksturnya yang kenyal, warna-warni yang menarik, serta cita rasa manis yang berasal dari taburan kelapa parut dan siraman gula merah.
Cenil merupakan jajanan pasar yang telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan banyak ditemukan di berbagai daerah di Pulau Jawa.
Meski sederhana, makanan ini masih menjadi pilihan banyak orang, baik sebagai camilan pagi maupun hidangan pendamping saat berkumpul bersama keluarga.
BACA JUGA:Lemper Ayam Tetap Digemari, Kudapan Tradisional yang Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern
BACA JUGA:Kentang Goreng Tetap Jadi Favorit, Inovasi Baru Dorong Pertumbuhan Industri Kuliner
Keberadaan cenil juga menjadi simbol kekayaan kuliner tradisional Indonesia yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurut sejumlah pedagang jajanan tradisional, minat masyarakat terhadap cenil masih cukup tinggi.
Salah satu penjual jajanan pasar di Bandung, Siti Rahma (48), mengaku setiap hari masih menerima banyak pembeli yang mencari cenil.
Ia menjual berbagai jenis jajanan tradisional, termasuk cenil, lupis, dan klepon.
BACA JUGA:Resep Kastengel Keju Renyah dan Gurih, Kue Kering Favorit yang Selalu Dicari Saat Hari Raya
BACA JUGA:Klepon, Warisan Kuliner Nusantara yang Tetap Digemari di Tengah Modernisasi
“Banyak pelanggan yang membeli cenil karena ingin mengenang masa kecil mereka. Ada juga anak-anak muda yang penasaran ingin mencoba makanan tradisional yang sering mereka lihat di media sosial,” ujarnya saat ditemui di Pasar Kosambi, Selasa (2/6).
Cenil dibuat dari tepung pati yang dicampur dengan air hingga membentuk adonan kenyal. Setelah direbus, adonan dipotong-potong dan diberi pewarna makanan alami atau buatan sehingga menghasilkan warna merah, hijau, kuning, atau putih.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





