Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Onde-Onde Ketan Hitam, Kuliner Tradisional yang Kian Diminati Generasi Muda

Onde-Onde Ketan Hitam, Kuliner Tradisional yang Kian Diminati Generasi Muda

Di tengah gempuran camilan modern, onde-onde ketan hitam kembali mencuri perhatian.-Foto:Istimewa-

PALPOS.CO – Di tengah maraknya tren makanan modern dan aneka camilan kekinian, onde-onde ketan hitam justru menunjukkan daya tarik yang semakin kuat di kalangan masyarakat.

Kudapan tradisional yang dikenal dengan tekstur kenyal dan cita rasa khas ini kembali mendapat perhatian, baik dari pecinta kuliner maupun pelaku usaha makanan yang melihat potensi besar pada produk berbasis bahan lokal.

Onde-onde ketan hitam merupakan salah satu variasi dari onde-onde yang dibuat menggunakan tepung ketan hitam sebagai bahan utama.

Berbeda dengan onde-onde pada umumnya yang berwarna cerah dan dilapisi wijen, jenis ini memiliki warna ungu kehitaman alami yang berasal dari kandungan pigmen pada ketan hitam.

BACA JUGA:Kue Talam Ebi Gurih Kian Diminati, Cita Rasa Tradisional yang Tetap Relevan di Era Modern

BACA JUGA:Cenil, Jajanan Tradisional yang Tetap Digemari di Tengah Modernisasi Kuliner

Selain tampil unik, bahan tersebut juga dikenal memiliki kandungan serat, vitamin, dan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan beras putih biasa.

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas onde-onde ketan hitam mengalami peningkatan.

Banyak pelaku usaha kuliner mulai menghadirkan produk ini dengan berbagai inovasi rasa, seperti isian kacang hijau, cokelat, keju, hingga gula aren.

Inovasi tersebut dilakukan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa menghilangkan identitas tradisional dari makanan tersebut.

BACA JUGA:Lemper Ayam Tetap Digemari, Kudapan Tradisional yang Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern

BACA JUGA:Kentang Goreng Tetap Jadi Favorit, Inovasi Baru Dorong Pertumbuhan Industri Kuliner

Menurut sejumlah pengusaha kuliner, minat masyarakat terhadap makanan tradisional meningkat seiring tumbuhnya kesadaran untuk mengonsumsi produk lokal.

Selain itu, tren berbagi konten makanan di media sosial turut membantu memperkenalkan kembali berbagai jajanan tradisional kepada generasi muda.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: