Iklan Astra Motor

Tak Hadir Tablig Akbar, TPP ASN Terancam Dipotong

Tak Hadir Tablig Akbar, TPP ASN Terancam Dipotong

Foto bersama Wali Kota dan Wakil Wali kota usai acara tablig Akbar perdana di Masjid Agung As Salam Lubuklinggau. -Foto : Maryati-

“Jangan hanya menuntut hak, tapi kewajiban diabaikan. Hak itu akan mengikuti kalau kewajiban dijalankan dengan baik,” tegasnya.

Menurutnya, TPP merupakan bentuk penghargaan atas kinerja dan kedisiplinan. Karena itu, kehadiran dalam kegiatan resmi yang masuk dalam jam kerja menjadi bagian dari indikator penilaian.

BACA JUGA:Bisnis Haramnya Tercium Aparat Kepolisian, Ucok Calon Bakal Lebaran di Bui

BACA JUGA:Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan APAR di Muratara Segera Diadili

Yoppy juga menekankan pentingnya keteladanan pimpinan dalam membangun budaya disiplin di lingkungan pemerintahan.

Ia meminta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dinas untuk hadir lebih dahulu dan memberikan contoh kepada bawahannya.

“Kalau kepala OPD-nya saja tidak bisa memberi contoh, artinya belum bisa memimpin. Jadi artinya belum cocok jadi pemimpin,” tegasnya.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual ASN, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan birokrasi selama bulan Ramadan.

Tablig Akbar Ramadan di lingkungan Pemkot Lubuklinggau bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan peningkatan integritas ASN.

Pemerintah berharap kegiatan ini mampu membentuk aparatur yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.

Dengan kebijakan tersebut, Yopy berharap seluruh ASN semakin disiplin, bertanggung jawab, serta memahami bahwa hak dan kewajiban harus berjalan seimbang dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. (yat)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait