Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Ajak Ayah Terlibat Aktif dalam Pengasuhan Anak

Ajak Ayah Terlibat Aktif dalam Pengasuhan Anak

SOSIALISASI : Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Muara Enim menggelar kegiatan Sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Tahun 2026 di hotel Griya Sintesa Muara Enim.-Foto:Dokumen Palpos-

Peluang besar ini hanya akan menjadi kekuatan apabila didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, produktif, serta memiliki daya saing tinggi. 

Sebaliknya, apabila kualitas sumber daya manusia tidak dipersiapkan dengan baik, Bonus Demografi justru berpotensi menjadi beban pembangunan.

BACA JUGA:SDT Diproyeksikan Jadi Sentra Bawang Putih

BACA JUGA:Zallika Harumkan Nama Daerah di Ajang Putri Sriwijaya

Oleh karena itu, investasi terbesar yang harus kita lakukan mulai hari ini adalah investasi pada pembangunan manusia.  

Lebih lanjut, Andi menyampaikan sesuai amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, untuk memperbaiki kualitas SDM Kuncinya ada melalui tiga pilar utama  pembangunan keluarga yakni Kesehatan, Pendidikan Karakter, dan Ketahanan Mental. 

Pertama, Kesehatan, kita harus memastikan bahwa anak-anak yang lahir di Indonesia adalah anak-anak yang sehat fisik dan cerdas secara kognitif. Kita harus menuntaskan perang kita terhadap stunting. 

Anak yang mengalami stunting tidak hanya terganggu pertumbuhan fisiknya, tetapi yang paling berbahaya adalah perkembangan otaknya terhambat. Mereka akan kesulitan bersaing di era kecerdasan buatan dan otomatisasi masa depan. 

Oleh karena itu, pemenuhan gizi seimbang sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan harus menjadi gerakan nasional di setiap dapur keluarga Indonesia. 

Kedua, penguatan pendidikan karakter dan keterampilan abad ke-21. Keluarga adalah madrasah pertama, sekolah paling awal bagi setiap manusia.

Di sinilah nilai-nilai kejujuran, kerja keras, integritas, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air ditanamkan.

SDM unggul yang kita butuhkan untuk mengisi bonus demografi bukan hanya manusia yang pintar secara akademis, tetapi mereka yang memiliki karakter yang kokoh, adaptif, kreatif, dan mampu bekerja sama secara kolaboratif. 

Ketiga, ketahanan mental dan spiritual. Di era yang penuh tekanan ini, gangguan kesehatan mental pada usia muda meningkat tajam.

Tugas keluarga adalah menjadi pelabuhan emosional yang stabil, tempat di mana anak-anak merasa dihargai, didengarkan, dan didukung, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang resilien, tidak mudah menyerah oleh tantangan zaman. 

Masih dikatakan Andi, upaya perbaikan kualitas SDM dan penguatan karakter ini mustahil terwujud jika beban pengasuhan hanya diletakkan di atas pundak para ibu sendirian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: