Luas Lahan Terbakar Capai 423 Hektare
FOTO : H Abdurrozieq Putra-Foto:Dokumen Palpos-
Setiap kecamatan dilengkapi enam pompa jinjing serta sekitar 70 roll selang untuk mendukung proses pemadaman di lapangan.
Rozieq menjelaskan, penanganan karhutla di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri. Api yang membakar lapisan gambut tidak selalu dapat dipadamkan dalam waktu singkat karena api dapat menjalar hingga ke bagian bawah permukaan tanah.
BACA JUGA:DPPPA Muara Enim Evaluasi Penanganan Kasus di UPTD PPA
BACA JUGA:Karhutla Capai 60 Hektare, Suplai 9.000 Liter Air Dikerahkan
"Lahan gambut ini memang kalau sudah terjadi kebakaran tidak bisa padam dalam satu hari. Mungkin bisa dua sampai tiga hari, itupun kalau kita ada air," katanya.
Untuk mengantisipasi keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran, BPBD menyiapkan enam fleksibel tank.
Peralatan tersebut akan digunakan dengan sistem estafet untuk mendistribusikan air dari mobil water tank menuju titik kebakaran.
"Nanti dengan sistem estafet setiap jarak 200 meter dari mobil water tank supply agar bisa menjangkau ke lokasi karhutla," ungkapnya.
Apabila titik api tidak dapat dijangkau dengan penanganan darat, BPBD akan berkoordinasi untuk mendapatkan dukungan pemadaman melalui udara.
"Apabila memang tidak terjangkau sama sekali, kita akan minta bantuan water bombing dari Satgas Udara di Provinsi," tegas Rozieq.
Terkait penyebab karhutla, BPBD belum dapat memastikan penyebab setiap kejadian yang ditemukan di lapangan.
Namun, pihaknya terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Sosialisasi pencegahan juga terus dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk dengan dukungan Mabes TNI, guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla.
Masyarakat juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi menjadi sumber api di tengah kondisi lahan yang kering.
"Karena penyebab karhutla ini memang 99 persen kelalaian manusia. Tidak ada yang namanya akibat alam, itu sangat minim," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

