Iklan Astra Motor

Sumbang Devisa, Tambak Udang OKI Dipasok Listrik Andal

Sumbang Devisa, Tambak Udang OKI Dipasok Listrik Andal

Bupati OKI, H Muchendi Mahzareki saat berada di Sentra tambak udang vaname di Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang.-Foto:dokumen palpos-

Deru juga meminta dilakukan pendataan jumlah petambak dan luas lahan sebagai dasar perencanaan kebutuhan listrik. 

Selain itu, pembinaan teknis serta pengawasan mutu produksi dinilai penting untuk menjaga kualitas udang agar tetap berdaya saing di pasar ekspor.

BACA JUGA:Jaga Stabilitas Kamtibmas, Masyarakat Diharapkan Tidak Berjualan Petasan Selama Ramadhan

BACA JUGA:Sebanyak 951 Sekolah OKI Beralih ke Digital, Smart Board dan Internet Satelit Jangkau Pelosok

Bupati OKI, Muchendi, mengatakan kawasan tambak tersebut merupakan sisa aset PT Wahyuni Mandira yang kini dikelola masyarakat.

Karena itu, dukungan infrastruktur dasar, terutama listrik, menjadi kebutuhan mendesak.

“Listrik yang andal dan peningkatan infrastruktur sangat dibutuhkan petambak untuk meningkatkan hasil produksi,” ujar Muchendi.

Ia menambahkan, sejumlah wilayah pesisir di OKI seperti Tulung Selapan, Cengal, dan Sungai Menang masih menghadapi keterbatasan daya serta persoalan tegangan rendah. 

Bahkan, terdapat jaringan dan tiang listrik yang telah terpasang tetapi belum dialiri listrik.

“Kami berharap ada solusi konkret dari PLN agar potensi pesisir bisa berkembang optimal,” katanya.

Sementara itu, General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menyatakan PLN telah menyiapkan sembilan unit transformator untuk memperkuat pasokan listrik di sentra udang tersebut.

PLN juga membuka peluang pembangunan jaringan baru dengan estimasi investasi Rp 13 miliar hingga Rp 15 miliar guna mendukung pengembangan sektor perikanan dan kelautan di wilayah itu.

“Kami tidak hanya menyalurkan listrik, tetapi menghadirkan energi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. PLN siap mendukung pertumbuhan sektor perikanan di daerah ini,” ujar Adhi.

Perwakilan Perkumpulan Pertambakan Udang Wahyuni Mandira, Taufik Yusuf, menambahkan keterbatasan daya listrik kerap menyebabkan gangguan operasional tambak. 

Para petambak sebelumnya telah mengusulkan penambahan transformator serta pembangunan pos pelayanan PLN yang lebih dekat dengan lokasi tambak agar penanganan gangguan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.*

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: