Inflasi Melandai, OKI Jadi yang Terendah di Sumsel
Kepala BPS OKI, Muhammad Dedy-Foto:dokumen palpos-
OKI,PALPOS.CO - Laju inflasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menunjukkan tren yang melandai.
Pada Maret 2026, inflasi tahun ke tahun (year-on-year/y-on-y) tercatat sebesar 2,74 persen—terendah dibandingkan kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan.
Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKI dalam forum Focus Group Discussion (FGD) monitoring perdagangan di Aula Rapat Kantor BPS OKI, Rabu (1/4) memperlihatkan capaian tersebut berada di bawah rata-rata inflasi Sumatera Selatan yang mencapai 3,09 persen.
Kepala BPS OKI, Muhammad Dedy mengatakan terkendalinya inflasi tidak lepas dari kontribusi sejumlah komoditas serta pengendalian harga yang relatif stabil.
BACA JUGA:Serahkan LKPD 2025, Pemkab OKI Harap Pertahankan WTP ke 15 Kali
BACA JUGA:Musrenbang OKI 2027: Menjaga Pertumbuhan, Menekan Ketimpangan
“Inflasi year-on-year OKI sebesar 2,74 persen merupakan yang terendah di Sumatera Selatan.
Ini menunjukkan tekanan harga relatif terkendali, meskipun beberapa komoditas seperti emas perhiasan dan tarif listrik masih memberikan andil inflasi yang cukup besar,” ujar Dedy.
Ia menjelaskan, kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi terbesar secara tahunan.
Sementara itu, komoditas emas perhiasan dan tarif listrik menjadi pendorong utama kenaikan harga.
BACA JUGA:Bupati OKI Sampaikan LKPJ 2025, Kinerja Makro Tunjukkan Tren Positif
BACA JUGA:Bersama TP PKK, Pemkab OKI Gagas Sampah Jadi Rupiah
“Ke depan, kami melihat pentingnya menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan, terutama pada komoditas pangan bergejolak.
Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar inflasi tetap berada dalam rentang yang terkendali,” kata Dedy.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




