PLN Alirkan Listrik 24 Jam ke Dusun Terpencil di Cengal
Peresmian penyalaan listrik di Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal OKI.-Foto:Dokumen Palpos-
Selain itu, total tiang listrik yang sudah terpancang namun belum terpasang kabel dan jaringan mencapai 17,4 kilometer yang tersebar di Dusun I dan Dusun VI.
Dengan terbangunnya 6 kilometer jaringan tersebut, masih terdapat sisa sekitar 11,4 kilometer jaringan yang belum terpasang kabel dan siap untuk dikembangkan ke depan.
BACA JUGA:Kejar KLA 2026, OKI Genjot Nilai Evaluasi Mandiri
Wakil Bupati OKI, Supriyanto, menyatakan program Lisdes yang didorong oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Dewi Yustisiana tersebut telah menghadirkan pemerataan energi, khususnya bagi masyarakat yang sebelumnya belum menikmati layanan listrik PLN.
Menurut Supriyanto, pemerintah daerah berkomitmen mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PLN atas upaya menghadirkan layanan kelistrikan bagi masyarakat.
“Komitmen kami bersama Bapak Bupati untuk menghadirkan pemerataan termasuk listrik yang merupakan kebutuhan dasar. Tanpa dukungan sarana kelistrikan, pergerakan ekonomi akan terhambat,” tuturnya.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI, Dewi Yustisiana, menekankan pentingnya pemerataan distribusi listrik, terutama bagi wilayah yang masih menunggu perluasan jaringan.
Selain program listrik desa, kata dia, empat desa di wilayah perairan Kecamatan Cengal juga telah mendapatkan penerangan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang merupakan hasil aspirasi yang diperjuangkannya.
“Program listrik desa ini merupakan prioritas nasional. Meski ada keterbatasan anggaran, kami bersyukur masyarakat Sungai Jeruju akhirnya dapat merasakan manfaatnya.
Selain itu, empat desa di wilayah perairan Cengal juga telah diterangi melalui PLTS dari aspirasi yang kami dorong,” terangnya.
Di tingkat masyarakat, kehadiran listrik disambut antusias. Salah satu warga Dusun I, Herman, mengaku layanan listrik PLN telah lama dinantikan. Sebelumnya, warga hanya mengandalkan genset dengan waktu operasi terbatas.
“Dulu listrik hanya menyala malam hari. Anak-anak belajar dengan penerangan seadanya. Sekarang mereka bisa belajar lebih baik, dan kegiatan ekonomi juga mulai berkembang,” imbuh Herman.
Secara keseluruhan, Dusun I memiliki 329 kepala keluarga (KK). Sebelum program ini, sebanyak 230 KK telah menikmati listrik secara terbatas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




