Iklan Astra Motor

Program MBG Belum Sentuh Kecamatan Lengkiti

Program MBG Belum Sentuh Kecamatan Lengkiti

Pembangunan Gedung SPPG di wilayah Kecamatan Lengkiti yang masih Dalam On Progres-Fhoto: Istimewa-

BATURAJA, PALPOS.CO - Hingga saat ini, siswa sekolah di wilayah Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu belum tersentuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh pemerintah.

Kendati program sudah berjalan sudah cukup lama yakni sejak pertengahan Januari 2025 lalu.

Namun program ini sepertinya enggan menyentuh wilayah Lengkiti, benarkah ?

Koordinator Satuan Pelayanan  Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Kabupaten OKU, Dirga Repindo mengatakan, saat ini pihaknya belum dapat mengakomodir kebutuhan siswa - siswa sekolah di wilayah ini karena belum tersedianya  dapur SPPG.

BACA JUGA:Pelaku Curas Dibekuk Tim Resmob Singa Ogan

BACA JUGA:Nekat Bunuh Diri Dengan Meneguk Insektisida

"Untuk Kecamatan Lengkiti hingga saat ini memang belum dilayani dari program MBG dikarenakan Dapur  SPPG di Kecamatan Lengkiti sedang dalam tahap Pembangunan pak," kata Dirga, Minggu (1/3).

Namun demikian, walau saat ini belum terlayani,  Dirga meyakinkan, ke depan di wilayah Kecamatan Lengkiti akan segera terlaksana dengan rencana 4 dapur SPPG.

"Insyaa Allah berdasarkan update kami dari BGN Pusat, di  Lengkiti akan ada rencana 4 Dapur SPPG dengan rincian 1 Dapur SPPG Khusus di Lahan Pemda dan 3 Dapur SPPG Mitra Yayasan mandiri. 

Untuk pembangunannya sedang progres, semoga dalam waktu dekat sudah selesai dan akan segera melayani di Kecamatan Lengkiti," ungkap Dirga.

BACA JUGA:Polres OKU Tingkatkan Patroli di Tempat Ibadah Selama Ramadhan

BACA JUGA:Baznas Muara Enim Tetapkan Zakat Fitrah Rp37.500 per Jiwa

Program pusat ini seakan - akan memiliki kendala tersendiri di wilayah Kecamatan Lengkiti, sebab sampai Februari ini belum juga nampak realisasi sehingga sedikit banyak menimbulkan kecemburuan bagi siswa - siswa sekolah di wilayah ini, terkait hal ini Dirga menjelaskan pada dasarnya Program MBG ini memiliki skema kerjasama kemitraan mandiri ataupun kemitraan dengan yayasan.

Sebagian besar mitra - mitra tersebut lebih menyukai ke wilayah - wilayah yang padat penduduk  yang memiliki akses mudah dalam pendistribusian bahan baku.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait