Bulog OKU Maksimalkan Penyaluran Bantuan Pangan Untuk Masyarakat
Kepala Bulog OKU, Junirman, saat menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan.-Foto:Eko palpos-
BATURAJA, PALPOS.CO - Perum Bulog Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan memaksimalkan penyaluran bantuan pangan setelah pemerintah memperpanjang tenggat distribusi hingga Juni 2026 guna memastikan seluruh penerima manfaat memperoleh bantuan sesuai alokasi yang telah ditetapkan.
"Dengan perpanjangan waktu ini kami bersyukur karena memang cukup banyak yang belum tersalurkan," kata Kepala Bulog OKU, Junirman, Kamis (4/6).
Dia mengatakan, Perum Bulog sebelumnya diberi tenggat waktu penyaluran bantuan pangan hingga 31 Mei 2026 untuk alokasi bantuan Februari-Maret.
Oleh karena itu, ia menyambut positif rencana tambahan waktu penyaluran karena masih terdapat bantuan pangan yang belum tersalurkan kepada masyarakat penerima manfaat, terutama untuk wilayah OKU dan OKU Timur.
BACA JUGA:SMKN 3 OKU Buka SPMB 2026, Siapkan Kuota 576 Siswa Baru dan 8 Jurusan Unggulan
BACA JUGA:Wabup OKU Ingatkan Petugas Sensus Ekonomi 2026: Jangan Manipulasi Data Demi Bantuan Sosial
Bulog mencatat hingga 2 Juni 2026 realisasi bantuan pangan telah mencapai 50 persen dari target 122.966 penerima manfaat di dua kabupaten tersebut dengan penyaluran sekitar 1.229 ton beras dan 245.932 liter Minyakita.
"Dengan perpanjangan waktu salur kami optimistis bisa mencapai 100 persen target sebelum akhir Juni 2026," tegasnya.
Untuk mengejar target tersebut, pihaknya mengerahkan sekitar 200 armada truk guna mengangkut bantuan pangan ke seluruh desa penerima manfaat di Kabupaten OKU dan OKU Timur.
Armada angkutan tersebut disiapkan guna memastikan pendistribusian beras bantuan pangan tersalurkan hingga batas waktu yang telah ditentukan.
BACA JUGA:Enam Daerah dì OKU Dipetakan Rawan Karhutlah, BPBD OKU Tunggu SK Siaga Karhutlah
BACA JUGA:Antisipasi Pungli SPMB, Disdik OKU Larang Titipan Calo dan Modus Jasa Kelulusan
Dia menjelaskan, dalam program ini setiap penerima manfaat menerima bantuan beras dari pemerintah sebanyak 20 kilogram dan 4 liter minyak goreng yang disalurkan sesuai dengan ketentuan.
Menurutnya, beras yang disalurkan dipastikan sangat layak dikonsumsi karena telah dilakukan pengecekan kualitas terlebih dahulu sebelum didistribusikan kepada masyarakat penerima bantuan di dua kabupaten itu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





