Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Dari Gereja hingga Pelosok Desa, Disdukcapil OKU Jemput Bola Administrasi Kependudukan

Dari Gereja hingga Pelosok Desa, Disdukcapil OKU Jemput Bola Administrasi Kependudukan

Kepala Disdukcapil OKU, A Suryadi.-Foto:Eko palpos-

BATURAJA, PALPOS.CO – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengubah cara kerja pelayanan dokumen warga.

Jika selama ini warga harus datang dan mengantre di kantor dinas, kini petugas memilih langsung mendatangi warga di tempat ibadah, sekolah, hingga desa-desa di pelosok.

Kepala Disdukcapil OKU A. Suryadi, Kamis (9/7) mengatakan perubahan pola pelayanan ini diambil karena sebagian warga biasanya baru mengurus dokumen kependudukan, seperti kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) atau akta, ketika berada dalam kondisi mendesak atau membutuhkan dokumen tersebut untuk keperluan tertentu.

Dampaknya terlihat dari masih banyaknya pasangan non-Muslim di OKU yang belum memiliki akta perkawinan resmi.

BACA JUGA:Penerangan Minim, Jalan Ogan IV Terasa Angker, Dishub OKU Janji Pasang LED

BACA JUGA:Aksi Licik Tukang Bangunan Terbongkar, Diduga Gelapkan Motor Rekan Kerja

Hingga pertengahan tahun ini, Disdukcapil OKU mencatat sekitar 50 persen pasangan non-Muslim di wilayah tersebut belum terdaftar di dokumen negara. 

Faktor kesibukan sehari-hari serta kebiasaan kedua mempelai yang langsung merantau ke luar daerah setelah melangsungkan pernikahan di tempat ibadah menjadi penyebab utama keterlambatan pencatatan tersebut.

Untuk mengatasi persoalan itu, Disdukcapil OKU meluncurkan program Romantis (Semua Kudapat), sebuah inovasi pelayanan pencatatan perkawinan langsung di lapangan. 

Petugas kini mendatangi gereja-gereja setiap kali ada acara pernikahan. Layanan ini tidak hanya dilakukan di Gereja Tegal Arum semata, tetapi juga menjangkau gereja-gereja lain di seluruh Kabupaten OKU.

BACA JUGA:Nyolong 340 Kg Sawit Milik PT BSU, Dua Pelaku di OKU Ditangkap, Satu Buron

BACA JUGA:Imbau Siswa Manfaatkan Waktu Libur Untuk Kegiatan Positif

Dengan cara ini, pasangan yang baru menikah bisa langsung menerima akta perkawinan, KTP, dan kartu keluarga (KK) baru secara langsung di tempat.

Kerja sama ini berjalan melalui pendekatan langsung dengan para pemuka agama, seperti pendeta dan romo di lapangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: