Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

‎Ratusan Pompa Air Hingga Puluhan Alsintan Dibagikan Pemkab OKU Timur, Hadapi El Nino, Jaga Produksi Pertanian

‎Ratusan Pompa Air Hingga Puluhan Alsintan Dibagikan Pemkab OKU Timur, Hadapi El Nino, Jaga Produksi Pertanian

Bupati OKU Timur didampingi Plt. Kadin Pertanian Bagikan bantuan Alsintan kepada petani secara simbolis-Foto:Dokumen Palpos-

MARTAPURA, PALPOS.CO - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) melalui Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur lakukan langkah antisipasi dan penguatan terhadap ancaman kemarau dan fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu produksi pangan. 

‎Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyalurkan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada kelompok tani, termasuk 223 unit pompa air.

‎Bantuan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian, khususnya tanaman padi dan jagung yang sangat bergantung pada ketersediaan air.

‎Penyerahan bantuan ini diserahkan langsung oleh Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., dan didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur, Niswaturrohmah, S.TP., M.EP., di Kantor Dinas Pertanian OKU Timur, Rabu (2/9). 

BACA JUGA:‎2 Perkara Pidsus Dipastikan Terus Berjalan, Ini Sejumlah Pencapaian Kejari OKUT

BACA JUGA:‎Sekda OKU Timur Lantik dan Ambil Sumpah Pejabat Fungsional, Kepala Sekolah, hingga Kepala UPTD Puskesmas

‎Dalam sambutannya, Bupati Enos mengatakan, ancaman kemarau perlu direspons secara serius karena dampaknya dapat langsung dirasakan oleh sektor-sektor vital, khususnya sektor pertanian.

‎Menurutnya, sistem peringatan dini yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait ancaman El Nino harus menjadi perhatian bersama agar pemerintah dan masyarakat dapat mengambil langkah mitigasi sejak dini.

‎“Jika kita tidak bergerak cepat, dampak buruknya dapat memukul berbagai sektor vital, mulai dari pertanian, ketersediaan air bersih, energi hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan,” ujar Bupati.

‎Ia menjelaskan, komoditas pangan utama menjadi sektor yang paling rentan terdampak kekeringan.

BACA JUGA:Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan

BACA JUGA:Estapet Kepemimpinan Lapas Kelas IIB Martapura Berganti, Kakanwil Tekankan Penguatan Sinergi Antar Lembaga

Tanaman padi dan jagung membutuhkan ketersediaan air yang cukup dalam setiap fase pertumbuhannya sehingga perlu didukung dengan berbagai langkah antisipasi.

‎Penggunaan varietas unggul yang tahan kekeringan, pengembangan inovasi irigasi hingga pompanisasi menjadi beberapa solusi yang perlu terus diperkuat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait