Hipertensi Pada Lansia
Surti Anggraeni,S.Kep,M.Kes Poltekkes Kemenkes Palembang.--
Pencegahan hipertensi yang dapat dilakukan menurut (Ernawati, 2020) yaitu :
1.Mengurangi asupan garam (kurang dari 5 gram setiap hari)
2.Makan lebih banyak buah dan sayuran
3.Aktifitas fisik secara teratur
4.Menghindari penggunaan rokok
5.Membatasi asupan makanan tinggi lemak jenuh
6.Menghilangkan/mengurangi lemak trans dalam makanan
1.Farmakologi (Obat-obatan)
Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian atau pemilihan obat anti hipertensi yaitu :
a.Mempunyai efektivitas yang tinggi.
b.Mempunyai toksitas dan efek samping ringan atau minimal
c.Memungkinkan penggunaan obat secara oral.
d.Tidak menimbulkan intoleransi.
e.Harga obat relative murah sehingga terjangkau oleh klien
f.Memungkin penggunaan jangka Panjang
2.Non Farmakologi
a.Diet
Pembatasan atau kurangi konsumsi garam. Penurunan berat badan dapat membantu menurunkan tekanan darah bersama dengan penurunan aktivitas rennin dalam plasma dan penurunan kadar adosteron dalam plasma.
b.Aktivitas
Ikut berpartisipasi pada setiap kegiatan yang sudah disesuaikan dengan batasan medis dan sesuai dengan kemampuan, seperti berjalan, jogging, bersepeda, atau berenang.
c.Istirahat yang cukup
Istirahat dengan cukup memberikan kebugaran bagi tubuh dan mengurangi beban kerja tubuh
d.Kurangi stress
Mengurangi stress dapat menurunkan tegang otot saraf sehingga dapat mengurangi peningkatan TD.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



