UNSRI Hadirkan Dubes Australia, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Riset Internasional
UNSRI Hadirkan Dubes Australia, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Riset Internasional-Foto:dokumen palpos-
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan wawasan internasional kepada mahasiswa,"kata Rektor.
Dalam kesempatan tersebut, Roderick Brazier mengaku senang dapat berkunjung untuk pertama kalinya ke Palembang.
BACA JUGA:FKM UNSRI Gelar FGD SDGs, Dorong Pemberdayaan Ibu Balita Pantau Tumbuh Kembang Anak
Ia mengapresiasi sambutan hangat dari civitas akademika UNSRI serta menilai kampus tersebut memiliki peran penting di Sumatera Selatan.
Ia menjelaskan bahwa hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia telah terjalin erat dan terus berkembang di berbagai sektor, termasuk pendidikan, perdagangan, serta kolaborasi riset.
Pendidikan, menurutnya, menjadi salah satu pilar utama dalam kemitraan strategis kedua negara.
Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan bahwa hubungan kedua negara telah terjalin sejak lama, bahkan sejak pelaut Makassar berdagang dengan masyarakat First Nations di Australia.
Dalam konteks kawasan Indo-Pasifik, Australia dan Indonesia memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan.
Ia juga menyebutkan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu kekuatan utama Australia, dengan jumlah pelajar Indonesia di negara tersebut mencapai lebih dari 24 ribu orang.
Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap pendidikan bertaraf internasional.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sejumlah universitas Australia telah membuka kampus cabang di Indonesia, seperti Monash University di Jakarta, Western Sydney University di Surabaya, dan Deakin University di Bandung.
Kehadiran kampus tersebut dinilai mempermudah akses pendidikan internasional bagi masyarakat Indonesia.
"Australia juga menawarkan berbagai program beasiswa seperti Australia Awards yang telah lama berjalan di Indonesia.
Program ini membuka peluang bagi mahasiswa dan akademisi untuk melanjutkan studi jenjang magister, doktoral, hingga mengikuti kursus singkat,"katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




