Dua Kades dan Empat Tomas di Prabumulih Terima Penghargaan dari Kapolres
Dua Kades dan 4 Tomas di Prabumulih menerima penghargaan dari Kapolres Prabumulih-Foto:dokumen palpos-
Kontribusi tersebut dianggap sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Kontribusi ini bukan sekadar dukungan, melainkan bukti nyata bahwa kebersamaan dan kepedulian mampu menghadirkan kemandirian pangan serta memperkuat sinergi Polri dan masyarakat,” tegas Kapolres.
BACA JUGA:Satu Tahun Kepemimpinan H Arlan–Franky Nasril, Visi Prabumulih MAS Mulai Terwujud
Ia menambahkan, program ketahanan pangan yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk mendukung ketahanan nasional.
Dengan memaksimalkan potensi pertanian di tingkat desa, diharapkan masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas pangan secara lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan keberlanjutan program.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus maupun capaian dalam program ketahanan pangan tidak boleh dianggap sebagai prestasi sesaat, melainkan harus menjadi standar kinerja yang terus ditingkatkan.
Lebih lanjut, Kapolres Prabumulih mewajibkan seluruh personel untuk mengimplementasikan semangat kerja SAKTI dalam setiap pelaksanaan tugas.
SAKTI yang dimaksud merupakan akronim dari Solutif, Adaptif, Komunikatif, serta menjunjung tinggi Integritas.
Menurut Bobby Kusumawardhana, semangat kerja tersebut harus menjadi budaya dalam tubuh Polri, khususnya di lingkungan Polres Prabumulih.
Dengan mengedepankan sikap solutif dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, adaptif terhadap perubahan, komunikatif dalam membangun hubungan dengan warga, serta berintegritas tinggi, maka kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian akan semakin meningkat.
“Keberhasilan program ketahanan pangan harus menjadi standar kerja, bukan sekadar pencapaian sesaat.
Seluruh personel wajib mengimplementasikan semangat SAKTI dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa program swasembada jagung bukanlah akhir dari upaya membangun ketahanan pangan di daerah, melainkan awal dari komitmen berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




