Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Cuaca Makin Kering, Wawako Prabumulih Ingatkan Bahaya Karhutla dan Kebakaran Rumah

Cuaca Makin Kering, Wawako Prabumulih Ingatkan Bahaya Karhutla dan Kebakaran Rumah

Wawako Prabumulih, Franky Nasril SKom MM-Foto:Dokumen Palpos-

PRABUMULIH, PALPOS.CO - Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran permukiman yang rawan terjadi selama musim kemarau.

Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril SKom MM, meminta seluruh masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama di tengah kondisi cuaca yang semakin kering dan meningkatnya ancaman kebakaran di sejumlah wilayah.

Imbauan tersebut dinilai penting karena memasuki musim kemarau, kondisi semak belukar, lahan kosong hingga tumpukan sampah menjadi lebih mudah terbakar.

Situasi itu semakin berisiko apabila disertai suhu udara tinggi dan hembusan angin kencang.

BACA JUGA:Pertamina SHU Regional 1 Zona 4 Gelar Lensa Energi, Periksa Mata 2.250 Pelajar

BACA JUGA:Mencuri di Toko Eka Prasta Prabumulih, Pria Asal Pagaralam Ditangkap Polisi, Uang Rp1,36 Juta Diamankan

Franky mengatakan, masyarakat harus menghindari segala bentuk aktivitas pembakaran, termasuk membakar sampah, membersihkan lahan dengan cara dibakar maupun membuka kebun menggunakan metode pembakaran.

“Saat ini cuaca ekstrem musim kemarau, kami imbau masyarakat agar tidak membakar dan menyebabkan timbulnya titik api,” ujar Franky Nasril baru-baru ini.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas.

Sebab, api yang awalnya berasal dari aktivitas sederhana dapat dengan cepat membesar apabila berada di lahan yang kering.

BACA JUGA:Kebakaran Lokasi Diduga Penimbunan BBM di Prabumulih, Polisi Amankan Barang Bukti

BACA JUGA:Tinjau Mako Polsek Prabumulih Barat, AKBP Gunarto Tekankan Respons Cepat Aduan Warga

Terlebih, kondisi kemarau membuat material yang berada di sekitar permukiman maupun lahan perkebunan kehilangan banyak kadar air.

Rumput, dedaunan, ranting dan semak yang mengering dapat menjadi bahan bakar alami ketika terkena percikan api.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait