Mantan Ketum UKMK Litbang Angkat Bicara, Ini Penjelasannya

Mantan Ketum UKMK Litbang Angkat Bicara, Ini Penjelasannya

Gedung rektorat UIN Raden Fatah Palembang--

PALEMBANG, PALPOS.ID - Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa oknum dari Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah PALEMBANG telah sampai ke salah seorang alumni Litbang.

BACA JUGA : Dianiaya hingga Ditelanjangi, Mahasiswa UIN Raden Fatah Trauma Berat

Demisioner Ketum UKMK Litbang Tahun 2013-2014 yang tidak ingin disebutkan namanya angkat bicara. Dia mengatakan jika kasus yang sedang viral tersebut tidaklah benar.

“Pertama, apa yang sedang viral itu tidak benar yang mengatakan penyiksaan peserta diksar. Padahal korban itu adalah panitia di bidang kosumsi dan korban adalah anggota aktif," katanya saat konfirmasi via DM Facebook, Selasa (4/10).

Menurutnya, hal tersebut ada yang melatar belakangi.

"Yang jelas itu ada yang melatarbelakangi, tak mungkin ada asap kalau tak ada api. Jadi kejadian ini tidak ada sangkut pautnya dengan diksar,” tegasnya.

Dirinya menjelaskan, jika Diksar UKMK Litbang sama seperti organisasi lain pada umumnya. 

BACA JUGA : 10 Terduga Pelaku Penganiayaan Penuhi Panggilan Rektor UIN Raden Fatah

"Jadi pelaksanaan Diksar UKMK Litbang dilaksanakan dengan cara yang sama seperti organisasi dan UKMK pada umumnya. Ada pendaftaran yang biayanya sudah ditentukan, dalam hal ini memang benar biayanya Rp300 ribu," jelasnya.

Selain itu, untuk tempat pelaksanaannya menyesuaikan keadaan. Jika ada iming-iming lain itu hanya oknum saja.

"Dan untuk tempat pelaksanaan, menyesuaikan saja kalaupun ada iming-iming ke luar kota ya itu dilakukan oleh oknum UKMK Litbang yang mungkin itu merupakan bagian dari strateginya," bebernya.

Dirinya menerangkan, bahwa setelah melakukan pendaftaran peserta akan di hadapkan dengan kegiatan pradiksar yang terdiri dari beberapa tahapan yang harus dilalui oleh peserta.

“Pertama mengisi formulir, terus ada tes BTA l kemudian ada seminar karya tulis ilmiah, tes berupa game yang di adakan di lingkungan UIN. Kalau sudah lulus tahapan pradiksar, mahasiswa yang dinyatakan lulus baru membayar uang Rp300 ribu sama seperti UKMK lain, hanya nominalnya agak beda. Namun yang perlu digaris bawahi adalah itu sifatnya tidak memaksa, kalau mau ikut bayar kalau tidak mau ya sudah,” terangnya.

“Ketika pelaksanaan diksar, biasanya di hari pertama begitu sampai lokasi maka peserta akan diistirahatkan terlebih dahulu atau paling tidak diadakan pembagian nama lapangan. Kemudian di hari ke-2 hingga seterusnya akan diisi materi-materi tentang kelitbangan, ada materi tentang aswaja dan materi-materi lainnya lalu di hari terakhir akan ada outbond sekaligus evaluasi,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: