Hadeuh! Harga Saham Melemah BSI Trending Topik di Twitter, Siapa yang Dirugikan?

Hadeuh! Harga Saham Melemah BSI Trending Topik di Twitter, Siapa yang Dirugikan?

Akses layanan BSI yang diserang siber, hingga harga saham BSI melemah, serta BSI menjadi trending topik di twitter.-Palpos.id-Dokumen Palpos.id

JAKARTA, PALPOS.ID – Hadeuh! Harga saham melemah BSI trending di Twitter sejak Selasa 16 Mei 2023 siang.

Hal itu terjadi setelah hacker lockbit 3.0 mengaku melakukan serangan terhadap akses layanan Bank Syarian Indonesia atau BSI.

Bahkan, diketahui beberapa hari layanan mobile, anjungan tunai mandiri atau ATM hingga internet banking BSI error atau tak bisa diakses oleh nasabah.

Diketahuinya BSI trending di twitter setelah kata kunci BSI memuncaki trending topik. Serta hacker lockbit 3.0 mengakui curi 1.5 terabyte data nasabah dan karyawan BSI.

BACA JUGA:Hacker Lockbit 3.0 Ancan Rilis 15 Juta Data Pelanggan BSI, Pakar Keamanan Siber Imbau BSI Lakukan Mitigasi...

BACA JUGA:Nah Nah Nah! Geng Hacker Lockbit 3.0 Ancam Rilis 15 Juta Data Pelanggan BSI, Ini Pengakuannya...

Apalagi, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat atau CISA menyebut jika hacker lockbit 3.0 dikenal sebagai ‘lockbit black’.

Atau hacker lockbit itu lebih sulit ditangani daripada veri sebelumnya. Serta ‘lockbit black’ lebih mirip dengan ransomeware blackmatter dan blackcat.

Adapun fungsi lockbit 3.0 sebagai model ransomeware-as-a-service atau RaaS. Juga merupakan kelanjutan dari versi ransomeware lockbit 2.0 dan lockbit.

Dampak lainnya akibat serangan siber itu, membuat harga saham emiten PT BSI berkode BRIS di pasar modal melemah atau turun hingga 4.97 persen ke level 1.720 per lembar.

BACA JUGA:Hacker Serang Akses Layanan BSI, OJK Minta BSI Percepat Pemulihan Layanan...

BACA JUGA:Hacker Serang Akses Layanan BSI, Menteri BUMN Erick Thohir Bilang Begini...

Tentu saja melemahkan saham Bsi membuat prihatin anggota Komisi I DPR RI Sukamta. Dimana, Sukamta meminta BIN, BSSN, Mabes Polri dan Kominfo untuk turun tangan.

‘’Tidak boleh terjadi lagi kejadian seperti di BSI ini. Karena sangat merugikan nasabah dan BSI itu sendiri, baik secara materi maupun nonmateri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: