Hmhmhm! RUPST Rombak Jajaran Direksi Bank Syariah Indonesia, Dampak Hacker Serang Akses Layanan BSI?

Hmhmhm! RUPST Rombak Jajaran Direksi Bank Syariah Indonesia, Dampak Hacker Serang Akses Layanan BSI?

RUPST rombak jajaran direksi Bank Syariah Indonesia diduga akibat serangan hacker terhadap akses layanan BSI dan melemahnya harga saham BSI, Senin 22 Mei 2023.-Palpos.id-Dokumen Palpos.id

Hal itu terjadi setelah hacker lockbit 3.0 mengaku melakukan serangan terhadap akses layanan Bank Syarian Indonesia atau BSI.

Bahkan, diketahui beberapa hari layanan mobile, anjungan tunai mandiri atau ATM hingga internet banking BSI error atau tak bisa diakses oleh nasabah.

Diketahuinya BSI trending di twitter setelah kata kunci BSI memuncaki trending topik. Serta hacker lockbit 3.0 mengakui curi 1.5 terabyte data nasabah dan karyawan BSI.

BACA JUGA:Wacana Bentuk Provinsi Daerah Otonomi Baru Pemekaran Provinsi Jawa Barat, Namanya Provinsi Pakuan Bhagasasi

BACA JUGA:Usul Bentuk 2 Provinsi Daerah Otonomi Baru Pemekaran Provinsi Jawa Barat, Termasuk Bentuk Provinsi Bogor Raya

Apalagi, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat atau CISA menyebut jika hacker lockbit 3.0 dikenal sebagai ‘lockbit black’.

Atau hacker lockbit itu lebih sulit ditangani daripada veri sebelumnya. Serta ‘lockbit black’ lebih mirip dengan ransomeware blackmatter dan blackcat.

Adapun fungsi lockbit 3.0 sebagai model ransomeware-as-a-service atau RaaS. Juga merupakan kelanjutan dari versi ransomeware lockbit 2.0 dan lockbit.

Dampak lainnya akibat serangan siber itu, membuat harga saham emiten PT BSI berkode BRIS di pasar modal melemah atau turun hingga 4.97 persen ke level 1.720 per lembar.

BACA JUGA:2 Kabupaten Batal Bergabung Provinsi Sulawesi Timur Pemekaran Provinsi Sulawesi Tengah, Ini Alasannya...

BACA JUGA:18 Kecamatan Siap Bentuk Kabupaten Daerah Otonomi Baru Pemekaran Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat

Tentu saja melemahkan saham Bsi membuat prihatin anggota Komisi I DPR RI Sukamta. Dimana, Sukamta meminta BIN, BSSN, Mabes Polri dan Kominfo untuk turun tangan.

‘’Tidak boleh terjadi lagi kejadian seperti di BSI ini. Karena sangat merugikan nasabah dan BSI itu sendiri, baik secara materi maupun nonmateri.

BSI harus kembalikan kepercayaan publik. Dan yang terpenting sistem keamanan BSI harus diperbaiki,” terang Sukamta, Selasa 16 Mei 2023.

Bahkan, Sukamta melihat ada masalah besar di BSI, khususnya infrastruktur sistem di internal BSI. Apalagi setelah sistem keamanan BSI kebobolan seperti ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: