Provinsi Pasundan: Menggali Identitas Tatar Pasundan dalam Dinamika Nama dan Pendidikan

Provinsi Pasundan: Menggali Identitas Tatar Pasundan dalam Dinamika Nama dan Pendidikan

Provinsi Pasundan: Menggali Identitas Tatar Pasundan dalam Dinamika Nama dan Pendidikan.-Palpos.id-Dokumen Palpos.id

JAWA BARAT, PALPOS.ID - Provinsi Pasundan: Menggali Identitas Tatar Pasundan dalam Dinamika Nama dan Pendidikan.

Provinsi Pasundan sebelumnya dikenal sebagai Jawa Barat, menyimpan sejarah panjang yang melibatkan identitas budaya Tatar Pasundan. 

Inisiasi untuk mengembalikan nama provinsi ini menjadi Provinsi Pasundan mencuat pada dekade 2000-an, mengingatkan kita pada pentingnya menjaga dan memperkuat karakteristik kultural dalam era globalisasi. 

Kali ini kita akan mengulik lebih dalam tentang perubahan nama ini, dampaknya terhadap masyarakat, dan tantangan pendidikan di wilayah ini.

BACA JUGA:17 Daerah di Provinsi Jawa Barat Mengusulkan Pemekaran Kabupaten/Kota Baru

BACA JUGA:17 Daerah Bersiap Menjadi Daerah Otonomi Baru Pemekaran Daerah di Jawa Barat

Dinamika Sejarah Nama Provinsi Pasundan

Provinsi Pasundan bukanlah nama yang asing bagi masyarakat Parahyangan. Sejak zaman kerajaan Nusantara, wilayah ini telah dikenal dengan berbagai sebutan, seperti Tatar Sunda, Parahyangan, Sunda Kalapa, dan Pasundan. 

Namun, seiring berjalannya waktu, identitas ini terasa semakin terkikis oleh gelombang globalisasi. 

Pemberian nama Jawa Barat dianggap tidak mencerminkan karakteristik Tatar Pasundan yang kaya akan budaya dan sejarahnya.

Dalam upaya untuk menghidupkan kembali identitas yang terkandung dalam sebutan Pasundan, masyarakat Parahyangan, termasuk tokoh, seniman, budayawan, masyarakat adat, tokoh agama, dan berbagai komunitas, menginisiasi perubahan nama provinsi ini.

BACA JUGA:Wacana Pemekaran Daerah di Jawa Barat: 17 Daerah Siap Jadi Daerah Otonom Baru

BACA JUGA:Provinsi Jawa Barat: Jejak Sejarah dan Dinamika Perubahan Serta Aspirasi Masa Depan

Aspirasi ini bukan semata-mata untuk merubah nama, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian warisan budaya dan sejarah yang semakin terkikis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: