Ruben Amorim Angkat Koper dari Old Trafford.
Ruben Amorim Angkat Koper dari Old Trafford. -Fhoto:@Facebook_Bola Faktografi-
PALPOS.CO - Manchester United kembali mengambil keputusan besar di tengah musim. Klub raksasa Inggris itu secara resmi memecat Rúben Amorim dari jabatannya sebagai pelatih kepala setelah 14 bulan menukangi Setan Merah.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh pihak klub melalui pernyataan resmi dan unggahan di media sosial, sekaligus mengakhiri proyek yang sejak awal dipenuhi ekspektasi tinggi.
Amorim ditunjuk pada November 2024 sebagai penerus Erik ten Hag, membawa reputasi sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa.
Namun, kiprahnya di Old Trafford jauh dari kata ideal. Dari total 63 pertandingan di semua kompetisi, Amorim hanya mampu mencatatkan 24 kemenangan, atau rasio menang sekitar 38 persen—angka yang dinilai tidak sejalan dengan standar dan ambisi Manchester United.
BACA JUGA:Hasil Fulham vs Liverpool, Fulham Tahan Liverpool 2-2.
BACA JUGA:Hasil Inter vs Bologna: Milan Kembali ke Puncak Serie A Usai Tumbangkan Bologna 3-1.
Selain performa yang tidak konsisten di Premier League, faktor non-teknis turut mempercepat kepergian pelatih asal Portugal tersebut.
Hubungan Amorim dengan manajemen klub dikabarkan memburuk dalam beberapa bulan terakhir, terutama terkait kebijakan transfer dan struktur kewenangan di dalam klub.
Situasi memanas setelah hasil imbang melawan Leeds United. Dalam konferensi pers usai laga, Amorim secara terbuka meluapkan kekecewaannya dan menyinggung kinerja tim rekrutmen.
Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya adalah “manajer Manchester United, bukan sekadar pelatih”, sebuah pernyataan yang disebut membuat petinggi klub gerah.
BACA JUGA:Hasil Lazio vs Napoli: Napoli Bungkam Lazio 2-0, Laga Diwarnai 3 Kartu Merah
BACA JUGA:Hasil Sassuolo vs Parma: Sassuolo Gagal Menang Imbangi Parma 1-1.
Menurut sejumlah laporan, konflik Amorim dengan direktur sepak bola Jason Wilcox sudah berlangsung lama.
Ketegangan itu mencapai puncaknya dalam pertemuan dengan Wilcox dan CEO Omar Berrada, di mana Amorim akhirnya diberi tahu bahwa manajemen tidak lagi mempercayainya untuk melanjutkan proyek tim.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

