Sumsel Jadi Tuan Rumah Kongres IKKI, Herman Deru Dorong Health Tourism 2026.
Sumsel Jadi Tuan Rumah Kongres IKKI, Herman Deru Dorong Health Tourism 2026. -Fhoto: Humas Pemprov Sumsel-
Pemerintah bertugas menyediakan infrastruktur, sarana, serta ketersediaan pangan yang memadai, sementara tenaga kesehatan menjadi ujung tombak peningkatan kualitas layanan medis di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru turut menyampaikan apresiasi atas capaian Sumsel yang baru saja meraih penghargaan sebagai provinsi dengan prevalensi stunting terendah kedua secara nasional.
BACA JUGA:Pusri Terima Penghargaan pada Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2025
Ia menilai pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras tenaga kesehatan hingga tingkat desa.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan Sumsel menghadapi era bonus demografi.
Ia menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan jumlah penduduk usia produktif dalam jumlah besar, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan kompetitif.
Gubernur juga mengungkapkan optimisme bahwa Sumsel memiliki potensi besar menjadi daerah tujuan wisata kesehatan (health tourism).
Dengan dukungan tenaga medis yang kompeten dan fasilitas kesehatan yang terus ditingkatkan, ia meyakini inisiatif ini dapat mulai dicanangkan pada awal tahun mendatang. Ia bahkan mengajak seluruh tenaga kesehatan membangun kepercayaan masyarakat agar tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.
Lebih lanjut, Herman Deru meminta agar symposium ini mampu menghasilkan rekomendasi dan gagasan baru untuk memperkuat upaya preventif terhadap penyakit kardiovaskular.
Ia menyoroti fenomena meningkatnya kasus hipertensi dan diabetes pada usia muda yang harus segera diantisipasi melalui edukasi dan pola hidup sehat.
Sementara itu, Ketua IKKI Pusat, dr. Didi Kurniadi, memberikan apresiasi kepada Kota Palembang yang kembali menjadi tuan rumah event penting organisasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa penanganan penyakit kardiovaskular menuntut kolaborasi, inovasi, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta ini juga diisi dengan diskusi ilmiah, workshop, dan presentasi pakar kesehatan.
Didi berharap acara ini dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan, khususnya di bidang kardiovaskular, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi antartenaga medis di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


