Di Hadapan Menteri Agama, Herman Deru Paparkan Program Keagamaan Sumsel dan 5.000 Rumah Tahfiz
Di Hadapan Menteri Agama, Gubernur Herman Deru Ungkap Perjalanan Program Keagamaan Sumsel dari P2UKD hingga 5.000 Rumah Tahfiz-Foto:Dokumen Palpos-
Herman Deru mengatakan keberadaan rumah tahfiz telah memberikan kontribusi nyata terhadap prestasi Sumsel di tingkat nasional, khususnya pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
“Setelah bertahun-tahun belum mampu bersaing, Sumsel akhirnya berhasil menembus 10 besar nasional pada MTQ tahun 2022 berkat pembinaan generasi muda melalui rumah tahfiz,” katanya.
BACA JUGA:Pusri Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di 1 Ilir Palembang
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel Dr. Syafitri Irwan menyebut kondisi toleransi dan kerukunan umat beragama di Sumsel hingga kini tetap terjaga.
Menurutnya, tidak pernah terjadi konflik berbasis etnis maupun agama di Sumsel.
Ia menilai penguatan nilai budaya dan agama harus terus berjalan beriringan agar masyarakat tetap memiliki pegangan moral, spiritual, dan identitas budaya yang kuat di tengah perkembangan zaman.
Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menyampaikan kebanggaannya terhadap tingkat toleransi umat beragama di Sumsel.
“Menurut data dari kami, Sumsel berada di urutan kelima tingkat toleransi beragamanya, sehingga tidak ada konflik yang terjadi di Sumsel,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya fungsi masjid sebagai sarana pemberdayaan masyarakat.
“Mari kita jadikan masjid sebagai tempat memberdayakan umat,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan Persaudaraan Imam Masjid Provinsi Sumatera Selatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





