Herman Deru Gerak Cepat Atasi Antrean Biosolar.
Herman Deru Gerak Cepat Atasi Antrean Biosolar. -Fhoto: humas pemperov sumsel-
Menurut Herman Deru, kepadatan antrean paling tinggi terjadi di kawasan pintu keluar-masuk Kota Palembang, seperti Citra Grand City (CGC), Pegayut, dan Kramasan.
Sementara di kawasan Sekojo dan Lemabang, antrean dipicu tingginya aktivitas kendaraan logistik menuju Pelabuhan Boom Baru meskipun SPBU di wilayah tersebut telah beroperasi selama 24 jam.
BACA JUGA:Herman Deru Pesankan Dua Calon Paskibraka Nasional Jaga Mental dan Harumkan Nama Daerah
BACA JUGA:Herman Deru Dukung PERDICI 2026 Tingkatkan Kompetensi Medis
Ia menilai kapasitas lahan SPBU di kawasan perkotaan yang terbatas menjadi salah satu penyebab utama antrean kendaraan besar.
Karena itu, distribusi kendaraan menuju SPBU penyalur Biosolar perlu diatur agar tidak terkonsentrasi di satu lokasi.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan Kepolisian menyepakati sejumlah langkah strategis.
Salah satunya adalah mengoptimalkan operasional SPBU penyalur Biosolar selama 24 jam. SPBU yang sebelumnya menghentikan layanan Biosolar pada malam hari diminta tetap beroperasi sepanjang waktu, dengan jaminan pasokan dari Pertamina.
Selain itu, Polrestabes Palembang diminta menyusun Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin) sebagai dasar pengaturan operasional sekitar 10 SPBU penyalur Biosolar.
Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada jam berangkat sekolah.
Herman Deru juga menginstruksikan Pertamina menambah distribusi Biosolar ke 164 SPBU yang tersebar di Sumatera Selatan, khususnya di jalur logistik antarkabupaten, antarprovinsi, dan antarpulau.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi konsentrasi antrean di Kota Palembang.
Menurutnya, kebutuhan Biosolar di Sumsel tidak hanya berasal dari kendaraan lokal.
Saat peninjauan, masih ditemukan banyak truk dari Kalimantan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan sejumlah provinsi lain yang mengisi Biosolar di wilayah Sumsel.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penghitungan kebutuhan kuota BBM subsidi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

