Gubernur Herman Deru Tegaskan Dukungan Penuh Sumsel terhadap Program MBG
Gubernur Herman Deru Tegaskan Dukungan Penuh Sumsel terhadap Program MBG-Foto:Istimewa-
PALEMBANG, PALPOS.CO – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru mengikuti Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Gizi Nasional (BGN), Kamis (13/8/2026).
Rapat tersebut diikuti oleh seluruh pemerintah daerah se-Indonesia secara daring. Gubernur Herman Deru mengikuti Rakorsus dari Griya Agung, Palembang.
Rakorsus dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Tito meminta para kepala daerah untuk berkontribusi aktif dalam menyukseskan program MBG yang disebutnya sebagai program yang sangat mulia.
“Dari beberapa kunjungan yang saya lakukan, seperti di Papua misalnya, masyarakat masih kesulitan mendapatkan protein. Karena itu, para kepala daerah agar fokus pada pendidikan dan kesehatan,” ujar Tito.
BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Tunjukkan Peran Kelembagaan dalam Pelantikan Wakajati Sumsel
BACA JUGA:Forum PASTI ADA SOLUSI Episode 11, Kemenkum Sumsel Perkuat Responsivitas Penyelesaian Pengaduan
Ia menegaskan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat salah satunya diwujudkan melalui program MBG.
“MBG ini adalah program yang mulia untuk mengurangi stunting,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menyampaikan bahwa MBG bukan sekadar urusan menyediakan makanan. Menurutnya, program tersebut memiliki target output, outcome, hingga impact yang harus dicapai.
“BGN bukan hanya menyediakan makanan, namun ada output dan outcome. Intinya holistik penyediaan intervensi makan dan impact-nya adalah peningkatan gizi,” jelas Sudaryono.
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Bersama DPRD Sumsel Sepakati KUA-PPAS APBD 2027
BACA JUGA:Semarak Hari Pengayoman ke-81, Kemenkum Sumsel Gelar Lomba Tradisional
Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh proses berjalan dengan baik. Menurutnya, apabila input yang diberikan baik, maka output dan outcome yang dihasilkan juga akan baik.
Sudaryono juga menyebutkan bahwa salah satu tantangan besar BGN ke depan adalah mendistribusikan MBG ke seluruh pelosok daerah, mengingat makanan yang disediakan merupakan barang yang mudah rusak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



