Tren Gaya Hidup 2026, Fokus pada Keseimbangan Digital dan Kelestarian Lingkungan
Tren Gaya Hidup 2026, Fokus pada Keseimbangan Digital dan Kelestarian Lingkungan-Ilustrasi-
PALEMBANG, PALPOS.CO - Perubahan pola perilaku masyarakat global pada awal tahun 2026 menunjukkan pergeseran signifikan menuju gaya hidup yang lebih sadar lingkungan dan kesehatan mental.
Data pasar terbaru menunjukkan bahwa masyarakat kini mulai meninggalkan pola konsumsi berlebihan dan beralih ke aktivitas yang lebih berkelanjutan.
Pakar gaya hidup dari Lifestyle Institute, Dr. Aris Subagja, menyebutkan bahwa ada tiga pilar utama yang menjadi motor penggerak perubahan di tahun 2026 ini.
"Masyarakat tahun 2026 sudah mencapai titik jenuh digital. Sekarang, status sosial bukan lagi ditentukan oleh seberapa canggih gadget Anda, melainkan seberapa berkualitas waktu istirahat dan ketenangan pikiran Anda," ujar Dr. Aris khusus Pada Palembang Pos, Senin (5/1).
BACA JUGA:HP Infinix Budget Rp2–3 Jutaan Jadi Andalan Harian dan Multimedia di Awal 2026
Pertama, penggunaan teknologi kini lebih terukur melalui tren Digital Mindfulness. Masyarakat mulai membatasi durasi penggunaan media sosial dan beralih ke hobi fisik seperti berkebun dilahan sempit atau olahraga luar ruang.
Hal ini dilakukan untuk menekan tingkat stres akibat paparan informasi digital yang terus-menerus.
Kedua, disektor konsumsi, terjadi peningkatan permintaan terhadap produk lokal dan ramah lingkungan.
Sosiolog lingkungan, Maria Utami, lewat tulisannya di blog pribadinya menjelaskan bahwa konsumen kini lebih kritis terhadap asal-usul barang yang mereka beli.
BACA JUGA:Vivo X300 Siap Menggebrak 2026, Andalkan Dimensity 9500 dan Kamera Sony LYT-828 Pertama di Dunia
"Konsumen tahun 2026 cenderung memilih barang dengan kemasan tanpa plastik serta produk yang memiliki daya tahan lama.
Gerakan ini berdampak langsung pada penurunan popularitas industri fast fashion dan barang sekali pakai," kata Maria.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




