Polda Sumsel 'Sikat' Mafia Pupuk Subsidi,14 Ton Urea-Phonska Disita, 8 Orang Diciduk!
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Doni Satrya Sembiring menerangkan penangkapan Mafia Pupuk subsidi di Sumsel, Kamis 29 Januari 2026.-Foto: M Mahendra Putra/Palembang pos-
PALEMBANG, PALPOS.CO – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel benar-benar menunjukkan taringnya dalam mengawal hak-hak petani di Bumi Sriwijaya.
Tak tanggung-tanggung, sebuah jaringan mafia penyelewengan pupuk bersubsidi lintas provinsi berhasil dibongkar.
Hasilnya, petugas menyita sedikitnya 14 ton pupuk jenis Urea dan Phonska serta mengamankan delapan orang terduga tersangka yang terlibat dalam praktik ilegal tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Doni Satrya Sembiring, saat menggelar rilis di Palembang pada Kamis, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah manis dari pengembangan dua laporan polisi di lokasi yang berbeda.
BACA JUGA:PN Palembang Jalankan Konstatering Objek Sengketa Lahan Sebelum Proses Eksekusi Final
BACA JUGA:Sekda Edward Candra Tekankan Pentingnya SIPD RI untuk Transparansi dan Akurasi Keuangan Daerah
Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam, petugas bergerak cepat menyisir titik-titik yang dicurigai menjadi sarang penimbunan dan perlintasan distribusi ilegal pupuk milik negara tersebut.
Lokasi pertama yang digerebek petugas berada di Jalan Mayjen HM Ryacudu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang.
Di lokasi ini, polisi berhasil mengamankan sekitar 9 ton pupuk subsidi. Modus yang dijalankan para pelaku terbilang sangat rapi dan licik.
Mereka nekat "memakan" kuota milik kelompok tani dengan cara membeli pupuk tersebut secara langsung dari petani.
BACA JUGA:Pemprov Sumsel Tetapkan 9 Isu Strategis, Sekda Edward Candra Tekankan Kolaborasi RKPD 2027
Aksinya semakin mulus karena diduga ada kerja sama dengan pihak Koperasi Unit Desa (KUD).
Bukannya didistribusikan ke lahan pertanian yang semestinya, pupuk tersebut justru dikumpulkan untuk dijual kembali ke daerah lain dengan harga yang jauh lebih tinggi demi meraup keuntungan pribadi yang menggiurkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

