Kue Surabaya, Warisan Rasa Klasik yang Tetap Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern
Lembut, berlapis, dan penuh cerita sejarah-Fhoto: Istimewa-
PALPOS.CO - Surabaya dikenal sebagai kota metropolitan yang terus bergerak maju, namun di balik hiruk-pikuk modernisasi tersebut, kuliner tradisionalnya tetap bertahan dan digemari lintas generasi.
Salah satu ikon kuliner yang hingga kini masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat adalah kue Surabaya.
Kue ini bukan hanya sekadar hidangan manis, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan sejarah panjang kota Pahlawan.
Kue Surabaya, yang sering juga disebut spiku Surabaya, merupakan jenis kue bolu berlapis dengan tekstur lembut dan rasa manis yang khas.
BACA JUGA:Kue Lapis Legit, Warisan Rasa Nusantara yang Bertahan di Tengah Zaman
BACA JUGA:Cara Buat Pempek Adaan Khas Palembang !
Umumnya kue ini terdiri dari dua atau tiga lapisan berwarna kuning dan cokelat, dengan aroma mentega yang kuat.
Bahan-bahan utama yang digunakan pun terbilang sederhana, seperti telur, gula, tepung, dan mentega berkualitas tinggi.
Namun, kesederhanaan tersebut justru menjadi kekuatan utama yang membuat cita rasanya begitu autentik dan tak lekang oleh waktu.
Sejarah kue Surabaya diyakini tidak terlepas dari pengaruh budaya Eropa, khususnya Belanda, pada masa kolonial.
BACA JUGA:Tempe Bacem, Cita Rasa Tradisional yang Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern
BACA JUGA:Kue Cubit, Jajanan Legendaris yang Terus Beradaptasi di Tengah Tren Kuliner Modern
Teknik pembuatan bolu berlapis dan penggunaan mentega dalam jumlah besar mencerminkan adaptasi resep Barat yang kemudian disesuaikan dengan selera lokal.
Seiring waktu, kue ini berkembang menjadi sajian khas yang identik dengan Surabaya dan sering dijadikan oleh-oleh bagi para pendatang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




