Lima Buruh Toko Budi Mega Prabumulih Kompak Gelapkan Puluhan Karung Beras, Dibekuk Tekab Prabu
Gelapkan puluhan karung beras, lima pegawai toko budi mega Prabumulih ditangkap Tekab Prabu.-Foto:dokumen palpos-
PRABUMULIH, PALPOS.CO – Apa yang dilakukan lima orang buruh Toko Budi Mega yang berlokasi di Jalan Veteran, Kelurahan Pasar I, Kecamatan PRABUMULIH Utara, Kota PRABUMULIH, Sumatra Selatan, sungguh tak patut ditiru.
Alih-alih bekerja dengan jujur, kelima buruh tersebut justru kompak melakukan penggelapan puluhan karung beras dari toko tempat mereka mencari nafkah, hingga membuat pemilik toko mengalami kerugian sebesar Rp11 juta.
Kelima buruh toko itu terdiri dari seorang perempuan berinisial WI (23) dan empat orang laki-laki masing-masing berinisial RO (42), HA (28), RE (40), serta BE (26).
Aksi penggelapan yang dilakukan secara bersama-sama itu akhirnya terbongkar dan berujung pada penangkapan oleh Tim Opsnal Tekab Prabu Polres Prabumulih.
BACA JUGA:Heboh! Nenek-Nenek Diduga Curi Gelang Emas di Toko Perhiasan Prabumulih, Aksinya Terekam CCTV
BACA JUGA:Ratusan Rumah di Prabumulih Terendam Banjir, DPRD Imbau Warga Waspada dan Pemerintah Bertindak Cepat
Penangkapan kelima pelaku dilakukan langsung di lokasi mereka bekerja, yakni di Toko Budi Mega, pada Kamis, 5 Februari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB.
Operasi penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Prabumulih, AKP Jon Kenedi SH MSi, didampingi Kani Pidum Ipda Wendy Kurniawan SPsi MH, bersama anggota Tekab Prabu.
Informasi yang dihimpun, pengungkapan kasus penggelapan ini bermula dari laporan pemilik toko, Budianto, yang mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Prabumulih.
Dalam laporannya, Budi mengaku mencurigai sejumlah tenaga kerjanya yang diduga kerap melakukan penggelapan barang dagangan.
BACA JUGA:Payuputat Prabumulih Terendam Banjir, Dua SD Negeri Hentikan Tatap Muka dan Beralih ke Daring
BACA JUGA:Jelang Ramadhan 1447 H Harga Cabai Burung di Prabumulih Tembus 80 Ribu
Kecurigaan tersebut muncul setelah Budi menghitung omzet toko miliknya yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah stok barang yang tersisa.
Selain itu, ia juga beberapa kali mendapati stok beras di tokonya berkurang tanpa kejelasan, meski tidak ada transaksi penjualan dalam jumlah besar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

