Iklan Astra Motor

Kueh Ku, Warisan Kuliner Peranakan yang Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi

Kueh Ku, Warisan Kuliner Peranakan yang Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi

Kueh Ku, warisan kuliner Peranakan yang terus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.-Fhoto: Istimewa-

PALPOS.CO - Kueh Ku merupakan salah satu kue tradisional khas komunitas Peranakan dan Tionghoa yang masih bertahan hingga kini, meskipun arus modernisasi terus menggerus keberadaan jajanan tradisional.

Kue berwarna merah muda cerah ini tidak hanya dikenal karena tampilannya yang mencolok, tetapi juga karena nilai budaya dan filosofi yang melekat kuat di dalamnya.

Kueh Ku, yang juga dikenal dengan nama Ang Ku Kueh, umumnya dibuat dari adonan tepung ketan yang diisi dengan kacang hijau tumbuk manis.

Bentuknya menyerupai tempurung kura-kura dan dicetak menggunakan cetakan kayu bermotif huruf Tionghoa atau pola tradisional.

BACA JUGA:Seblak, Kuliner Khas Bandung yang Terus Berkembang dan Digemari Berbagai Kalangan

BACA JUGA:Sate Bakso Crispy, Inovasi Kuliner yang Menggoda Lidah dan Viral di Kalangan Anak Muda

Warna merah yang menjadi ciri khasnya melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan umur panjang dalam budaya Tionghoa.

Dalam tradisi masyarakat Peranakan, Kueh Ku kerap disajikan pada perayaan penting seperti ulang tahun, khususnya ulang tahun pertama bayi, upacara sembahyang, hingga perayaan Imlek.

Kue ini dipercaya sebagai simbol doa dan harapan agar seseorang diberkahi kesehatan, keselamatan, serta kehidupan yang makmur.

“Dulu, hampir setiap acara keluarga pasti ada Kueh Ku. Sekarang sudah jarang, kecuali saat hari besar,” ujar Lina Tan, pembuat kue tradisional generasi ketiga di kawasan Pecinan.

BACA JUGA:Tenggiri Bumbu Kuning, Cita Rasa Nusantara yang Tetap Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern

BACA JUGA:Gurame Bakar, Kuliner Tradisional yang Tetap Bertahan di Tengah Tren Makanan Modern

Ia mengaku tetap mempertahankan resep warisan keluarganya meskipun permintaan tidak sebanyak dulu.

Proses pembuatan Kueh Ku tergolong rumit dan membutuhkan ketelatenan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: