Iklan Astra Motor

Barantin Perkuat Rantai Pasok Ekspor Udang Vaname Sumsel, Dorong Daya Saing Global Komoditas Unggulan Daerah

Barantin Perkuat Rantai Pasok Ekspor Udang Vaname Sumsel, Dorong Daya Saing Global Komoditas Unggulan Daerah

Barantin Perkuat Rantai Pasok Ekspor Udang Vaname Sumsel, Dorong Daya Saing Global Komoditas Unggulan Daerah.--Dokumen Palpos.id

PALPOS.CO - Barantin Perkuat Rantai Pasok Ekspor Udang Vaname Sumsel, Dorong Daya Saing Global Komoditas Unggulan Daerah.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan rantai pasok ekspor udang vaname asal Sumatra Selatan (Sumsel) sebagai salah satu komoditas unggulan daerah berorientasi pasar global. 

Sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga lembaga teknis karantina menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem ekspor udang yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Kolaborasi strategis ini diwujudkan melalui kerja sama antara Badan Karantina Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, yang fokus pada peningkatan produksi, penjaminan mutu, serta optimalisasi distribusi ekspor udang vaname dari wilayah pesisir Sumsel, khususnya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

BACA JUGA:Dihadiri Menteri Perdagangan, Karantina Sumsel Resmi Lepas Ekspor Pakan Hewan 73 Ton ke Filipina

BACA JUGA:Sertifikasi Kopi Robusta Pagaralam: Balai Karantina Sumsel Jamin Aman Masuk Pasar Australia

Aplikasi Go Export Dorong Akses Pasar Internasional

Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa penguatan akses pasar ekspor kini semakin terbuka dengan hadirnya aplikasi Go Export, platform digital yang dikembangkan bersama Barantin. 

Aplikasi ini berfungsi sebagai etalase digital komoditas unggulan daerah sekaligus sarana mempertemukan produsen lokal dengan calon pembeli dari pasar internasional.

“Aplikasi Go Export tidak hanya menjadi media promosi, tetapi juga mencatat transaksi ekspor langsung dari Sumsel. Ini penting untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Herman Deru usai kegiatan panen udang vaname di Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan standar higienitas tambak serta perawatan peralatan secara rutin guna menjaga kualitas produk dan meningkatkan daya saing udang Sumsel di pasar global yang semakin kompetitif.

BACA JUGA:Sertifikasi 95.400 Benih Kelapa Sawit Ekspor ke Peru, Karantina Sumsel Pastikan Bebas dari OPTK

BACA JUGA:Balai Karantina Sumsel Gandeng DKPP, Dampingi Peternak Telur Ayam Konsumsi Tembus Pasar Ekspor

Karantina Sumsel Perkuat Pengawasan dan Sertifikasi

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel, Sri Endah Ekandari, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung peningkatan produktivitas udang melalui penguatan infrastruktur budi daya dan sistem pengawasan karantina.

Menurutnya, setiap komoditas perikanan yang akan diekspor wajib memenuhi persyaratan teknis serta sertifikasi kesehatan ikan sesuai standar negara tujuan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber