MBG Terlambat, Siswa SMP Negeri 5 Lubuklinggau Terlanjur Pulang, Menu Dikembalikan
Siswa SMP Negeri 5 Lubuklinggau pulang sebelum MBG tiba, Keterlambatan pengantaran Makan Bergizi Gratis di Lubuklinggau, Menu MBG dikembalikan karena siswa sudah pulang, SPPG pastikan menu MBG diganti esok hari untuk siswa, Evaluasi distribusi MBG aga-Foto:dokumen palpos-
PALPOS.CO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 5 Lubuklinggau mengalami keterlambatan pengantaran pada hari ini, sehingga makanan yang telah disiapkan terpaksa dikembalikan karena siswa sudah lebih dulu pulang.
Kepala SMP Negeri 5 Lubuklinggau, Samsir, menjelaskan bahwa berdasarkan jadwal, siswa hari ini pulangkan sekitar pukul 11.00 WIB.
Namun hingga satu jam lebih setelah waktu kepulangan, makanan MBG belum juga tiba di sekolah.
“Anak-anak sudah menunggu lebih dari satu jam tanpa ada kejelasan. Karena MBG belum datang, siswa akhirnya dijemput dan dibawa pulang oleh orang tua mereka,” ujar Samsir, ketika dikonfirmasi, Rabu 25 Februari 2026.
BACA JUGA:Suami di Lubuklinggau Gerebek Istri Bersama PIL dalam Kamar Indekos
BACA JUGA:Manajemen UMMI Travel Mangkir dari Panggilan Kemenhaj, Kantor Tutup dan Plang Nama Dicopot
Ironisnya, sekitar 30 menit setelah seluruh siswa pulang, barulah makanan MBG tiba di sekolah.
“Jadi kita dari pihak sekolah meminta agar makanan tersebut dibawa kembali, karena sudah tidak ada lagi siswa di sekolah untuk dibagikan,” tegasnya.
Menurut Samsir, SMP Negeri 5 termasuk sekolah pertama di Lubuklinggau yang menerima program MBG sejak Januari 2025. Selama ini, pelaksanaan program berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Selama ini tidak pernah ada masalah. Baru kali ini saja terjadi keterlambatan. Biasanya, terutama selama Ramadan, MBG diantar sekitar pukul 10.00 WIB,” jelasnya.
BACA JUGA:Kasus Dugaan Penipuan Umroh Ummi Travel Resmi Masuk Ranah Hukum, Korban Mulai Lapor Polisi
BACA JUGA:Kemenhaj Panggil Manejemen Ummi Travel, Klarifikasi Dugaan Penipuan Umroh
Pihak sekolah mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan tersebut.
Selaku kepala sekolah, ia hanya menyayangkan kurangnya koordinasi dari pihak dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




