Prabumulih Terancam KLB Campak, Dinkes Lakukan Vaksinasi Massal untuk Anak Balita
Kadinkes Prabumulih, Djoko Listyano SKM MKes-Foto:dokumen palpos-
PRABUMULIH, PALPOS.CO - Kota Prabumulih saat ini tengah menghadapi ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Prabumulih, Djoko Listyano SKM MKes, setelah hasil pemeriksaan sejumlah sampel menunjukkan adanya kasus positif penyakit menular tersebut.
Djoko Listyano mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap puluhan sampel yang dikirim, sebagian di antaranya telah dinyatakan positif campak.
Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Kesehatan meningkatkan kewaspadaan serta melakukan berbagai langkah pencegahan agar penyebaran penyakit tersebut tidak semakin meluas.
BACA JUGA:Sekda Prabumulih Lantik Empat Pejabat Administrator dan Pengawas, Perkuat Kinerja Pemerintahan
“Suatu musibah juga untuk kita Prabumulih, yang mana Prabumulih masuk dalam potensi KLB campak,” ungkap Djoko Listyano saat diwawancarai di Gedung Pemerintah Kota Prabumulih, Selasa, 10 Maret 2026.
Menurut Djoko, pihaknya telah mengirimkan sebanyak 56 sampel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 sampel dinyatakan positif terinfeksi campak, sementara sisanya masih dalam proses pemeriksaan atau pending.
“Dari 56 sampel yang dikirim, 17 di antaranya dinyatakan positif campak. Sisanya masih pending, mudah-mudahan sisanya ini tidak masuk ranah positif campak,” ujarnya.
BACA JUGA:Curi HP Milik Mahasiswa, Seorang Buruh Ditangkap Tim Tekab Polres Prabumulih
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Prabumulih langsung mengambil langkah cepat dengan mengikuti arahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah menggelar program imunisasi massal bagi anak-anak, khususnya balita.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




