Iklan BANNER SUMSEL MAJU TERUS UNTUK SEMUA
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Dukung Ketahanan Pangan, Tinjau Lahan Jagung yang Bermasalah

Dukung Ketahanan Pangan, Tinjau Lahan Jagung yang Bermasalah

TINJAU : Satuan Binmas Polres Muara Enim turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi tanaman jagung milik warga yang mengalami gangguan pertumbuhan di Desa Harapan Jaya.-Foto:dokumen palpos-

MUARA ENIM, PALPOS.CO - Jajaran Polres Muara Enim menunjukkan aksi nyata dalam mendukung sektor pertanian lokal.

Melalui Satuan Binmas, pihak kepolisian turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi tanaman jagung milik warga yang mengalami gangguan pertumbuhan di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muara Enim.

Kapolres AKBP Hendri Syaputra melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang, menyampaikan bahwa peninjauan ini adalah representasi kehadiran Polri dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendampingi masyarakat dalam menyelesaikan kendala pertanian.

"Peran Polri saat ini melampaui fungsi keamanan saja; kami juga aktif membantu petani untuk memastikan lahan mereka produktif dan memberikan hasil panen yang memuaskan," tutur AKP Situmorang, Minggu 5 April 2026.

BACA JUGA:Pastikan Kelancaran SPMB 2026 Lewat Sosialisasi Menyeluruh

BACA JUGA:25 Tahun Menanti, Pembangunan Jembatan Gantung Akhirnya Terwujud

Kegiatan yang dikomandoi oleh Kasat Binmas AKP Mahran Sitompul ini melibatkan kolaborasi lintas sektoral, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Kabupaten Muara Enim, Bhabinkamtibmas dan kelompok tani setempat.

Dalam pemeriksaan di lahan tumpang sari antara jagung dan sawit tersebut, tim ahli melakukan uji kadar asam tanah memakai pH meter digital.

Ditemukan bahwa pH tanah berada di angka 5,0 - 5,5. Angka ini menunjukkan tanah terlalu asam, sehingga tidak mendukung pertumbuhan jagung secara optimal.

"Efeknya, tanaman menjadi kerdil dan daunnya menguning, yang jika dibiarkan akan memicu gagal panen," terangnya.

BACA JUGA:Edison dan Istri Gaungkan Batik Petule di Pesona Wasta Sumsel

BACA JUGA:Diduga Selingkuh, Oknum BPD Panang Jaya Digerebek Mertua

Untuk mengatasi masalah tersebut, lanjut AKP Situmorang,  bahwa tanah perlu dinetralkan hingga mencapai angka ideal, yakni pH 6,0 sampai 6,5.

Sebagai tindak lanjut, tim menyarankan petani untuk agar melakukan penaburan kapur dolomit guna menaikkan kadar pH tanah, melakukan perawatan intensif agar tanaman kembali subur dan produktif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: