DPRD Ogan Ilir Ungkap Dugaan Pencemaran Air di Desa Sarang Elang, Ini Penyebabnya
DPRD Ogan Ilir Ungkap Dugaan Pencemaran Air di Desa Sarang Elang, Ini Penyebabnya-Foto:dokumen palpos-
OGANILIR, PALPOS.CO - Permasalahan kesulitan air bersih yang dialami warga Desa Sarang Elang, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, mencuat dalam sidang paripurna DPRD Ogan Ilir.
Isu ini disampaikan langsung oleh anggota DPRD Ogan Ilir dari Fraksi Partai Demokrat, Anjas Bagaskara, dalam agenda pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Ogan Ilir Tahun Anggaran 2025, Rabu (22/4/2025).
Dalam keterangannya, Anjas Bagaskara mengungkapkan bahwa masyarakat Desa Sarang Elang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Bahkan untuk mandi saja mereka rasanya tidak layak, dan banyak dari warga mandi air tersebut mengalami gatal-gatal,"katanya.
BACA JUGA:Paripurna LKPJ 2025, DPRD dan Pemkab Ogan Ilir Perkuat Sinergi
BACA JUGA:Polres Ogan Ilir Tingkatkan Kualitas Layanan Publik Melalui Asistensi PEKPPP
Kondisi ini diduga kuat akibat dampak pencemaran lingkungan dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang lokasinya tidak jauh dari permukiman warga.
Ia menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Selain berpotensi mengganggu kesehatan, kondisi ini juga dapat memperburuk kualitas hidup warga setempat jika tidak segera ditangani.
Tak hanya itu, Anjas juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait kondisi jalan di sejumlah wilayah Ogan Ilir yang ditumbuhi semak belukar atau dikenal dengan istilah “tebas bayang”.
BACA JUGA:Gorong-Gorong Jebol di Ruas Payaraman–Rengas Ancam Putuskan Akses Utama Warga
BACA JUGA:122 PNS Baru Dilantik, Bupati Panca: Perkuat Birokrasi dan Pelayanan Publik
Menurutnya, kondisi tersebut sangat membahayakan para pengendara, terutama saat hujan karena jarak pandang menjadi terbatas.
Ia menambahkan, jika tidak segera ditangani, kondisi jalan yang tertutup rumput liar tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




